Pemkab Lingga Upayakan 110 Tenaga Kebersihan yang Dirumahkan Bisa Kerja Lewat Skema Outsourcing
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga, Kepulauan Riau, tengah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan nasib tenaga kebersihan yang dirumahkan.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga, Kepulauan Riau berupaya untuk menyelesaikan permasalahan nasib tenaga kebersihan yang dirumahkan.
Sedikitnya ada 110 pekerja dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tersebut, akan kembali diserap dengan skema outsourcing dalam waktu dekat.
Skema ini diharapkan dapat memulihkan kondisi tenaga kerja yang terdampak dan memastikan mereka kembali bekerja dengan status yang jelas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lingga, Armia, menyampaikan bahwa saat ini Pemkab tengah menyusun mekanisme untuk merealisasikan skema outsourcing, yang akan mencakup tenaga kebersihan, pengelolaan sampah, keamanan, pramusaji, dan sopir.
Prioritas utama Pemkab adalah menyelesaikan permasalahan bagi 110 tenaga kebersihan DLH yang saat ini dirumahkan akibat kebijakan yang belum final.
Baca juga: VIDEO - Kapolres Lingga Bareng Wartawan Bagi Sembako ke Anak Yatim dan Lansia Hingga Buka Bersama
“Outsourcing ini akan berlaku untuk berbagai jenis tenaga kerja, termasuk kebersihan dan pengelolaan sampah. Kami fokus pada tenaga kebersihan yang dirumahkan. Kami akan berangkat ke Batam besok untuk menyelesaikan administrasi mereka, dan diharapkan pada 1 April mereka bisa kembali bekerja dengan skema outsourcing,” kata Armia.
Pemkab Lingga juga sedang mengkaji referensi peraturan daerah (Perda) dan peraturan bupati (Perbup) dari kabupaten lain, untuk mendapatkan acuan yang tepat dalam mengakomodasi tenaga honorer yang terdampak, baik di sektor kebersihan maupun tenaga medis.
Armia menyebutkan, Pemkab berkomitmen untuk memastikan seluruh tenaga honorer yang dirumahkan.
Termasuk lulusan sarjana yang belum mendapatkan posisi di pemerintahan, tetap dapat memperoleh kesempatan untuk bekerja.
“Kami berusaha agar seluruh tenaga honorer, terutama yang terdampak kebijakan ini, dapat kembali bekerja. Bahkan untuk mereka yang berlatar belakang pendidikan tinggi, kami akan berupaya mencarikan solusi,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Lingga Muhammad Nizar Sampaikan Ranperda Lewat Rapat Paripurna DPRD
Selain itu, Pemkab Lingga juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, untuk memastikan nasib tenaga kesehatan di Rumah Sakit Encik Mariam dan RSUD Dabo.
Pihaknya telah meminta Dinas Kesehatan untuk memastikan apakah tenaga medis di rumah sakit masih bisa dibantu.
Namun, untuk tenaga kesehatan di puskesmas, masih mencari solusi karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Dinas Kesehatan sudah kami minta untuk memastikan apakah tenaga medis di rumah sakit masih dapat dibantu. Namun, kami masih mencari solusi untuk tenaga kesehatan di puskesmas, karena mereka bekerja langsung dengan masyarakat,” tuturnya.
Pemkab Lingga juga berharap, mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat.
| Wanita di Lingga Tewas Dibunuh, Ditemukan Terkubur dalam Kondisi Tanpa Busana, Suami Menghilang |
|
|---|
| Hari Buruh 2026, PLN ULP Dabo Lingga Pastikan Listrik Andal dan Apresiasi Peran Pekerja |
|
|---|
| Pembunuhan Wanita di Lingga, Suami Korban Keluar Kota Sehari Sebelum Korban Ditemukan Terkubur |
|
|---|
| Hasil Autopsi Jasad Wanita Terkubur di Lingga Ungkap Fakta, Syafitri Yana Tewas Dicekik |
|
|---|
| Breaking News, Polisi Ungkap Hasil Autopsi Penyebab Kematian Syafitri Yana di Lingga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Sekda-Lingga-soal-kepsek-tampar-siswa-SD-kelas-V.jpg)