Rabu, 29 April 2026

Kronologi Penemuan Jasad Dua Nelayan Batam di Perairan Nongsa, Warga Lihat Perahu Terbalik

Penemuan jasad dua nelayan Batam di perairan Nongsa ini berawal dari kecurigaan warga melihat perahu terbalik, Senin (24/3)

|
Editor: Dewi Haryati
TRIBUN JOGJA
PENEMUAN JASAD NELAYAN - Ilustrasi ombak tinggi. Dua nelayan Batam ditemukan meninggal dunia diduga jadi korban kecelakaan laut. Kapal yang mereka tumpangi dihantam badai dan ombak kuat, sehingga terhempas dan terbalik di laut. Penemuan jasad nelayan ini berawal dari temuan perahu terbalik 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dua nelayan Batam diduga jadi korban kecelakaan laut (laka) pada Minggu (23/3/2025).

Kedua korban turun ke laut pada hari itu untuk mengangkat bubu rajungan yang dipasang.

Diduga pada Minggu sore, kapal nelayan itu dihantam badai, sehingga terbalik. Nyawa mereka tak selamat.

Adapun jasad dua nelayan tersebut ditemukan besok harinya, Senin (24/3/2025) sore sekitar pukul 17.00 WIB dalam posisi mengapung.

Baca juga: Breaking News, Dua Nelayan Karimun Hilang Kontak saat Menjaring Ikan di Pulau Petong Batam

Jasad kedua nelayan itu ditemukan nelayan lainnya di perairan dekat Kampung Tua Teluk Terih, Kecamatan Nongsa.

Identitas kedua nelayan yang meninggal dunia itu bisa cepat diketahui, karena keduanya merupakan warga sekitar.

Ketua Forum Kelompok Usaha Bersama (FKUB) Nelayan Bengkong, Syahrial Edi mengatakan, penemuan jasad dua nelayan ini berawal dari kecurigaan warga melihat perahu terbalik.

Edi saat itu juga ikut melakukan pencarian korban.

"Awalnya nelayan yang melaut pada Senin (24/3/2025) melihat ada sampan (perahu) di perairan Nongsa. Nelayan yang melihat melakukan pencarian pemilik sampan," kata Edi, Selasa (25/3/2025).

Ia mengatakan, kondisi sampan saat ditemukan terbalik. Hal itu membuat nelayan yang melaut di daerah sekitar mulai curiga dan melakukan pencarian.

"Saat dilakukan pencarian, tidak jauh dari lokasi sampan ada satu jenazah yakni Risky (30) ditemukan mengapung," katanya.

Ia melanjutkan, nelayan kembali melakukan pencarian di daerah sekitar, apakah ada korban lain. Tidak jauh dari lokasi, kembali ditemukan satu korban lainnya.

"Jadi korbannya ada dua orang. Hal ini langsung diberitahukan kepada warga di Kampung Tua Teluk Terih. Warga langsung mengenali korban dan langsung membawanya," kata Edi.

Edi mengatakan di daerah perairan Nongsa memang sering terjadi ombak kuat.

"Jadi dugaannya kapal nelayan ini terhempas dan terbalik," kata Edi.

Ia mengatakan, jasad kedua korban baru ditemukan pada Senin (24/3/2025) sekitar pukul 17.00 WIB, saat nelayan turun ke laut.

Baca juga: Kronologi Nelayan Asal Karimun Hilang Kontak saat Melaut di Perairan Lingga

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved