MUDIK LEBARAN 2025
19 Ribu Pemudik Tinggalkan Batam, Pelni Prediksi Tembus 21 Ribu Orang
Manajemen Pelni Cabang Batam memprediksi jumlah penumpang terus meningkat hingga mencapai 21.000 orang dalam periode arus mudik Lebaran 2025.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Otoritas PT Pelni Cabang Batam mencatat sekitar 19.000 pemudik telah meninggalkan Batam menuju Belawan, Sumatera Utara dan Tanjung Priok, Jakarta.
Jumlah pemudik yang meninggalkan Batam ini diprediksi terus meningkat hingga mencapai 21.000 orang dalam periode arus mudik Lebaran 2025.
Puncak arus mudik terjadi pada Jumat (28/3) dengan keberangkatan KM Kelud yang membawa 3.741 penumpang pada pukul 12.00 WIB.
Serta KM Nggapulu dengan 2.700 penumpang yang berangkat pukul 19.00 WIB.
"Mulai pagi, embarkasi dan debarkasi KM Kelud sudah dilakukan, sementara KM Nggapulu berangkat malam dengan jumlah penumpang 2.700 orang," ujar Kepala PT Pelni Cabang Batam, Edwin Kurniansyah, melaporkan kondisi puncak mudik, Sabtu (29/3/2025).
Baca juga: Kronologi Warga Karimun Pemudik Asal Kepri Korban Penipuan di Batam Tiket Kapal Pelni Palsu
Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah pemudik melalui Pelni Batam meningkat sekitar 5-10 persen Tahun 2024 lalu.
Total pemudik yang berangkat dari Batam mencapai 19.000 orang hingga akhir periode mudik.
Namun, tahun ini, jumlah yang sama sudah tercapai sebelum mudik selesai, sehingga diprediksi akan mencapai 21.000 orang.
"Kami perkirakan jumlah pemudik tahun ini akan mencapai sekitar 21.000 orang, karena periode mudik masih berlangsung hingga 31 Maret," jelas Edwin.
Dalam upaya memberikan kenyamanan bagi pemudik, PT Pelni berkolaborasi dengan BUMN lainnya seperti PTPN IV dan Perhutani untuk menyediakan Posko Mudik Bersama.
Baca juga: Soal Tiket Palsu Calon Penumpang KM Kelud, Ini Penjelasan Kepala Pelni Batam
Adapun fasilitas yang disediakan di posko ini meliputi, Pijat tuna netra, ini sebagai bentuk pemberdayaan penyandang disabilitas.
Kemudian adanya playground untuk anak-anak dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Posko ini akan dibuka dua kali yakni pada tanggal 28 Maret dan 8 April mendatang saat embarkasi KM Kelud.
"Kami ingin memberikan pengalaman mudik yang berbeda. Fasilitas pijat tuna netra ini juga bertujuan untuk memberdayakan penyandang disabilitas agar mereka bisa ikut aktif berperan dalam angkutan Lebaran," ujar Edwin. (TribunBatam.id/Bereslumbantobing)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
| Gara-gara Tak Diterima Keluarga, Suami Tinggalkan Istri dan Bayi di Masjid saat Perjalanan Mudik |
|
|---|
| Suami Tega Sengaja Tinggalkan Istri dan Bayi 4 Bulan di Perjalanan Mudik, Ada Kisah Pilu Dibaliknya |
|
|---|
| Arus Balik, Pelabuhan Fery Batam Center Catat Lonjakan Penumpang WNA |
|
|---|
| Istri Tertinggal di Rest Area saat Mudik, Suami Menangis Sesenggukan Penuh Penyesalan |
|
|---|
| Penumpang Kapal Pelni KM Kelud Batam Tujuan Belawan Masih Meroket, Pelni Bersiap Sambut Arus Balik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Penumpang-Kapal-Kelud-memadati-pelabuhan-Bintang-99-Batu-Ampar-Batam-untuk-berangkat-mudik-lebaran.jpg)