Minggu, 19 April 2026

GEMPA BUMI DI MYANMAR THAILAND

Korban Tewas Gempa Myanmar - Thailand Capai 1.000 Orang

Korban Tewas Gempa Myanmar - Thailand meningkat tajam pada Sabtu siang sudah mencapai 1.000 orang lebih seperti dilaporkan pemerintah setempat

Editor: Mairi Nandarson
kolase tribunbatam.id foto x.com/#myanmarearthquake
GEMPA MYANMAR - Gempa Bumi berkekuatan 7.7 skala Richter yang berpusat di Mandalay, Myanmar, Jumat (28/3/2025) juga terasa kuat di Thailand dan meruntuhkan sebuah bangunan/ 

TRIBUNBATAM.id, SAGAING - Korban tewas akibat gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Myanmar Jumat (28/3/2025) siang mengalami lonjakan pada Sabtu (29/3/2025) siang.

Gempa dangkal berkekuatan 7,7 skala Richter itu mengguncang wilayah barat laut kota Sagaing di Myanmar pada Jumat siang, diikuti beberapa menit kemudian oleh gempa susulan berkekuatan 6,7 skala Richter.

Dikutip dari media pemerintah MRTV, korban tewas tercatat mencapai 1.002 orang. Sementara korban luka-luka sebanyak 2.376 orang.

Selain itu, dilaporkan pola adanya korban hilang yaitu 30 orang.

"Korban tewas melonjak menjadi 1.002 orang dan 2.376 mengalami luka-luka. Selain itu, adapula 30 (orang) hilang," demikian pernyataan resmi dari Pemerintahan Junta Militer.

Sebelumnya, sekitar pukul 10.30 waktu setempat, jumlah korban tewas gempa Myanmar sempat dilaporkan sebanyak 694 orang dan 1.670 orang lainnya mengalami luka-luka.

Gempa menghancurkan bangunan, merobohkan jembatan, dan membuat jalan melengkung di seluruh Myanmar, dengan kerusakan parah dilaporkan di kota terbesar kedua, Mandalay.

Baca juga: Gempa 7,7 SR Guncang Myanmar - Thailand, Gedung Runtuh, Korban Tewas Lebih dari 150 Orang

Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, tim informasi junta Myanmar mengatakan 1.002 orang diketahui tewas dalam gempa tersebut, dengan 2.376 orang terluka, seperti dikutip dari ChannelNewsAsia.

Sekitar 10 kematian lagi telah dikonfirmasi di Bangkok.

Itu adalah gempa terbesar yang melanda Myanmar dalam lebih dari satu abad, menurut ahli geologi AS, dan getarannya cukup kuat untuk merusak bangunan di seluruh Bangkok, ratusan kilometer jauhnya dari pusat gempa.

Tim penyelamat di ibu kota Thailand bekerja sepanjang malam mencari pekerja yang terjebak ketika gedung pencakar langit 30 lantai yang sedang dibangun runtuh, berubah dalam hitungan detik menjadi tumpukan puing dan logam bengkok karena kekuatan guncangan.

Di sisi lain, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Joedha Nugraha, menuturkan pihaknya belum memperoleh informasi adanya WNI yang menjadi korban tewas hingga kini.

"Hingga saat ini belum ada informasi korban WNI dari gempa di Myanmar," katanya ketika dihubungi Sabtu siang.

Baca juga: Gempa Bumi 5,5 dan 5,6 Skala Richter Guncang Tapanuli Utara dan Mandailing Natal Sumut Selasa Pagi

Sementara, pasca gempa dahsyat yang terjadi, junta militer menetapkan status darurat di enam wilayah, termasuk di Mandalay yang menjadi kota terbesar kedua di Myanmar.

Tak cuma itu, pemimpin junta militer, Min Aung Hlaing, turut mengumumkan permintaan bantuan internasional usai gempa terjadi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved