Minggu, 19 April 2026

GEMPA BUMI DI MYANMAR THAILAND

Korban Tewas Gempa Myanmar - Thailand Capai 1.000 Orang

Korban Tewas Gempa Myanmar - Thailand meningkat tajam pada Sabtu siang sudah mencapai 1.000 orang lebih seperti dilaporkan pemerintah setempat

Editor: Mairi Nandarson
kolase tribunbatam.id foto x.com/#myanmarearthquake
GEMPA MYANMAR - Gempa Bumi berkekuatan 7.7 skala Richter yang berpusat di Mandalay, Myanmar, Jumat (28/3/2025) juga terasa kuat di Thailand dan meruntuhkan sebuah bangunan/ 

"Saya secara pribadi telah mengunjungi beberapa lokasi yang terkena dampak untuk menilai situasinya. Saya ingin meminta semua orang untuk bergandengan tangan dan mendukung misi penyelamatan yang sedang berlangsung," katanya, dikutip dari CNN.

Dalam perkembangannya, Min menuturkan India bakal memberikan bantuan.

"Saya ingin menyampaikan undangan terbuka kepada organisasi dan negara mana pun yang bersedia datang dan membantu orang-orang yang membutuhkan di negara kita," ujarnya.

China dan Rusia Kirim Tim Penyelamat

China, Amerika Serikat (AS), dan Rusia bakal mengirim bantuan ke Myanmar pada hari ini.

Dikutip dari Reuters, China mengirim 37 orang penyelamat dan disebut telah mendarat di bekas ibu kota Myanmar, Yangon, dengan membawa obat-obatan dan peralatan.

Sementara, Rusia sudah mengirim 120 orang penyelamat berpengalaman sekaligus dokter dan anjing pelacak untuk melakukan pencarian korban.

Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump, menuturkan pihaknya juga bakal mengirim bantuan ke Myanmar.

"Ini benar-benar buruk, dan kami akan membantu. Kami telah berbicara dengan negara itu," katanya di Ruang Oval.

Sebagai informasi, gempa ini merupakan gempa ketiga terbesar yang pernah mengguncang kawasan itu dalam seabad terakhir, dan analisis USGS menempatkan episentrumnya hanya 10 mil dari jantung Mandalay, kota berpenduduk sekitar 1,5 juta orang. 

Gempa susulan berkekuatan M 6,7  tercatat sekitar 11 menit kemudian, yang merupakan gempa pertama dari beberapa gempa besar yang terjadi setelah gempa pertama.

Guncangan itu terasa hingga Bangladesh, Vietnam, Thailand, dan China bagian selatan.

Bahkan, gempa tersebut sampai membuat Perdana Menteri (PM) Thailand, Paetongtar Shinawatra menyatakan Bangkok sebagai "daerah darurat" dan mendesak penduduk untuk mengungsi dari gedung-gedung tinggi jika terjadi gempa susulan.

[ tribunbatam.id ]

sumber: tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved