Kamis, 7 Mei 2026

NATUNA TERKINI

Longsor Sempat Tutup Akses Jalan di Sepempang, BPBD Natuna Gerak Cepat Bersihkan Material

Akibat longsor akses jalan Gunung Air Makan yang menghubungkan Desa Sepempang ke Gunung Ranai sempat tertutup total.

Tayang:
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Agus Tri Harsanto
BPBD Natuna
LONGSOR - Petugas BPBD Natuna saat membersihkan material longsor ringan yang menyebabkan pohon tumbang di jalan Gunung Air Makan, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur Laut. 

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, memicu terjadinya bencana longsor di kawasan Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur. 

Akibatnya, akses jalan Gunung Air Makan yang menghubungkan Desa Sepempang ke Gunung Ranai sempat tertutup total, Sabtu (5/4/2025) pagi.

Longsor ringan yang terjadi sekira pukul 09.00 WIB itu membawa material tanah dan bebatuan, serta menyebabkan sebuah pohon besar tumbang dan melintang di badan jalan. 

Kejadian ini sontak mengganggu akses bagi warga yang hendak melintas di jalur tersebut.

Mendapat laporan dari pihak desa pukul 10.30 WIB, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna langsung bergerak cepat menuju lokasi. 

Mereka melakukan pengumpulan data dan pembersihan lokasi, guna membuka kembali akses jalan yang sempat lumpuh.

"Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, material longsor dan pohon yang tumbang sempat menutup jalan dan menghambat aktivitas warga," ujar Kepala Pelaksana BPBD Natuna, Raja Darmika kepada Tribunbatam.id Minggu (6/4/2025). 

Baca juga: Polres Natuna Kawal Ketat Arus Balik dan Liburan, Fokus Pengamanan di Pelabuhan dan Tempat Wisata

Ia menjelaskan, hujan deras yang turun sejak pagi hingga sore hari pada Jumat (4/4) lalu diduga menjadi pemicu utama terjadinya longsor kecil ini.

Pihak BPBD pun langsung turun tangan untuk memastikan keselamatan warga dan memulihkan kondisi jalan.

Hingga sore hari, jalur Gunung Air Makan sudah dapat dilalui kembali oleh kendaraan setelah dilakukan pembersihan.

"Pembersihan sudah kami lakukan, dan saat ini jalan sudah kembali bisa dilalui oleh kendaraan,” jelas Raja Darmika.

BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah lereng perbukitan, untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.

"Masyarakat kami imbau untuk lebih berhati-hati saat melintas, pastikan dan cek disekitar apakah ada tanda retakan tanah. Siapkan diri untuk keselamatan," pungkasnya. (Tribunbatam.Id/Birri Fikrudin).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved