Kamis, 7 Mei 2026

Harbour Energy Jajaki Pengembangan Migas Blok Tuna di Natuna, Bupati Cen Sambut Baik

Pengembangan potensi migas di Laut Natuna Utara mulai bergerak lagi. Harbour Energy tengah jajaki tahapan pengembangan wilayah kerja Migas Blok Tuna

Tayang:
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Birri Fikrudin
TANDATANGAN BERITA ACARA SOSIALISASI - Bupati Natuna bersama perwakilan Harbour Energy saat melakukan penandatanganan berita acara sosialisasi geophysical dan geotechnical survey wilayah kerja Migas Tuna yang berlangsung di Ballroom Gajah Mina, Adiwana Jelita Sejuba, Kamis (7/5/2026). 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Pengembangan potensi migas di Laut Natuna Utara, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai bergerak lagi.

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Harbour Energy kini tengah menjajaki tahapan pengembangan wilayah kerja Migas Blok Tuna, melalui kegiatan geophysical dan geotechnical survey di Natuna.

Langkah awal tersebut disosialisasikan dalam kegiatan yang berlangsung di Ballroom Gajah Mina, Adiwana Jelita Sejuba, Ranai, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan itu dihadiri unsur pemerintah daerah, forkopimda, tokoh masyarakat hingga pemangku kepentingan sektor energi di Natuna.

Dalam sosialisasi tersebut, Harbour Energy memaparkan rencana survei bawah laut dan struktur geologi, yang akan menjadi dasar pengembangan lapangan migas Tuna di masa mendatang.

Community Investment Manager Harbour Energy, Andry Kristianto mengatakan, perusahaan migas asal Inggris itu saat ini sedang menjajaki proses pengembangan lapangan migas Tuna yang berada di perairan Natuna Timur.

Menurutnya, wilayah kerja tersebut memiliki potensi energi besar dan telah mendapatkan persetujuan pengembangan dari pemerintah sejak tahun 2020.

“Kami dari Harbour Energy merupakan perusahaan migas dari Inggris yang menjadi operator wilayah kerja Tuna. Pembiayaan migas ini sangat besar, dan sejak tahun 2020 lalu telah menerima persetujuan pemerintah untuk mengembangkan lapangan ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, survei geophysical dan geotechnical dilakukan untuk memperoleh data kondisi dasar laut, dan struktur geologi sebelum memasuki tahapan pengembangan lebih lanjut.

Selain itu, Harbour Energy juga mulai membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, agar proses pengembangan migas dapat berjalan lancar.

“Kami berharap mendapat dukungan dari semuanya, agar kami dapat berkontribusi bagi wilayah ini. Jika nantinya berhasil memproduksi migas di wilayah ini, tentu manfaatnya juga akan kembali ke daerah,” katanya.

Menurut Andry, industri migas selama ini kerap dipandang negatif karena dianggap hanya mengambil sumber daya alam tanpa memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

Karena itu, pihaknya ingin membangun hubungan dan komunikasi yang baik sejak awal proses pengembangan.

“Industri migas sering mendapat cap negatif, dianggap mengambil sumber daya alam namun kurang memperhatikan daerah. Karena itu kami ingin membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Natuna, Cen Sui Lan menyambut baik langkah Harbour Energy dalam menjajaki pengembangan migas di Natuna.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved