Rabu, 22 April 2026

Paus Fransiskus Wafat

Daftar 10 Kardinal yang Mungkin Menggantikan Paus Fransiskus

Daftar 10 kandidat pengganti Paus Fransiskus. Meski konklaf rahasia dan tidak ada pencalonan formal, namun beberapa nama sering disebut sebagai papab

Tangkap layar YouTube CBC Evening News
PAUS FRANSISKUS - Gambar merupakan tangkap layar dari YouTube CBC Evening News yang diambil pada Senin (24/2/2025), menunjukkan Paus Franskiskus yang duduk di kursi rodanya. Berikut beberapa nama yang diperkirakan memiliki peluang untuk menjadi pemimpin Katolik dunia menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada Senin (21/4/2025). 

TRIBUNBATAM.id - Siapa kandidat pengganti Paus Fransiskus?

Pertanyaan itu mulai bermunculan setelah Paus Fransiskus meninggal dunia, Senin (21/2/2025).

Walaupun konklaf rahasia dan tidak ada pencalonan formal, namun beberapa nama sering disebut sebagai papabile yaitu mereka yang diperkirakan memiliki peluang besar untuk menjadi Paus.

Berikut adalah kandidat terdepan untuk menjadi paus berikutnya yang dirangkum dari beberapa sumber.

1. Kardinal Luis Antonio Tagle (Filipina)

Kardinal Filipina Luis Antonio Tagle (67 tahun) telah lama menjadi papabili terkemuka di antara para pengamat dan bandar taruhan Vatikan.

Jika terpilih, ia akan menjadi paus Asia pertama dan paus pertama yang benar-benar fasih berbahasa Inggris dalam sejarah" (setidaknya sejak Adrian IV, yang lahir di Hertfordshire dan menjabat pada tahun 1150-an).

Politiknya yang condong ke kiri mirip dengan pandangan Paus Fransiskus yang relatif progresif tentang isu keadilan sosial.

Ia juga dikenal kritis terhadap perlakuan gereja terhadap kaum LGBT dan umat Katolik yang bercerai dan menikah lagi. 

2. Kardinal Peter Turkson (Ghana)

Kardinal Peter Turkson (76 tahun ) merupakan sarjana Alkitab multi bahasa Kardinal Peter Turkson.

Ia digambarkan sebagai sosok yang menawan dan bertutur kata lembut dan telah lama dianggap sebagai kandidat terdepan.

Namun, pandangannya yang relatif liberal tentang homoseksualitas, ekologi, dan keadilan sosial membuatnya berselisih dengan beberapa kardinal dan uskup di negaranya sendiri, Ghana.

Meskipun ada antusiasme untuk memilih seorang paus dari Afrika, tempat populasi Katolik sedang berkembang.

Akan tetapi Kardinal Turkson secara umum tidak dipandang sebagai kandidat pemersatu.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved