Jumat, 24 April 2026

Seleksi Bintara Polda Kepri, 452 Peserta Jalani Tes Psikologi Berbasis CAT, 20 Peserta Gugur

Sebanyak 452 Calon Siswa (Casis) Bintara Polri di lingkungan Polda Kepulauan Riau mengikuti tahapan Tes Psikologi berbasis Computer Assisted Test (CAT

Dok Humas Polda Kepri untuk TribunBatam.id
SELEKSI BINTARA POLDA KEPRI - Peserta calon siswa (casis) Bintara Polri Polda Kepri saat mengikuti ujian Tes Psikologi berbasis Computer Assisted Test (CAT) di Universitas Putra Batam, Selasa (22/4/2025). Sebanyak 20 peserta dinyatakan gugur dalam seleksi ini. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sebanyak 452 Calon Siswa (Casis) Bintara Polri di lingkungan Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengikuti tahapan Tes Psikologi berbasis Computer Assisted Test (CAT) di Universitas Putra Batam, Selasa (22/4/2025). 

Seleksi ini digelar dengan mengusung prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH), sebagai bentuk komitmen Polda Kepri dalam mewujudkan proses rekrutmen yang profesional dan terpercaya.

Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin melalui Karo SDM Polda Kepri, Kombes Pol Taovik Ibnu Subarkah menjelaskan pelaksanaan tes dibagi dalam dua sesi, masing-masing diikuti 226 peserta pria. 

Seluruh peserta hadir lengkap tanpa satu pun yang absen, mencerminkan kedisiplinan dan semangat tinggi dari para calon Bintara.

“Tes psikologi kali ini mencakup empat komponen utama, yaitu Tes Kepribadian, Tes Kecerdasan, Tes Kecermatan, dan Passhand. Tes ini dirancang untuk mengukur kesiapan mental dan psikologis peserta agar dapat menjalankan tugas kepolisian secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Taovik.

Baca juga: Siapkan Personel Misi PBB, Polda Kepri Gelar Peacekeeper Campaign dan Tes Kompetensi Bahasa Inggris

Taovik menjelaskan salah satu keunggulan seleksi ini adalah penggunaan sistem CAT yang memungkinkan peserta melihat hasil tes secara langsung setelah menyelesaikan ujian. 

Taovik juga menegaskan dengan sistem ini, transparansi benar-benar terwujud, memberikan kepastian dan kepercayaan kepada para peserta.

Sementara untuk menjaga integritas seleksi, Polda Kepri menerapkan sistem pengawasan berlapis. 

Selain diawasi oleh Itwasda dan Bidpropam Polda Kepri, proses seleksi juga dipantau oleh pengawas eksternal dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan LSM IKA ADONARA Kota Batam.

“Dengan pengawasan dari berbagai unsur, kami pastikan proses seleksi berjalan objektif dan bebas dari intervensi. Ini merupakan wujud nyata dari prinsip BETAH yang kami junjung tinggi,” tegasnya.

Baca juga: Sespimti Polri Dikreg 34 Bahas Kepemimpinan Digital dan Sinergi Penegakan Hukum di Polda Kepri

Dari hasil tes psikologi ini, sebanyak 432 peserta dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) dan berhak melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Sementara 20 peserta lainnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) karena tidak mencapai standar kelulusan yang ditetapkan.

“Seluruh keputusan didasarkan pada hasil penilaian yang objektif dan sistematis. Hanya mereka yang siap secara mental dan psikologis yang akan melangkah ke tahap berikutnya,” tambah Taovik.

Taovik mengajak masyarakat untuk turut mengawasi proses seleksi ini, demi mewujudkan institusi Polri yang profesional, modern, dan terpercaya.

“Rekrutmen ini adalah bagian dari reformasi birokrasi Polri. Dengan sistem terbuka dan transparan, kami ingin membangun kepercayaan publik dan menghasilkan personel yang berkualitas tinggi,” pungkasnya. (TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved