PETUGAS PLN TEWAS KESETRUM
Polisi Dalami Dugaan Kelalaian terkait Petugas Jaringan Listrik Karimun Kepri Tewas Kesetrum
Polisi masih mendalami dugaan kematian petugas PLN tersetrum listrik tegangan tinggi di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Polisi masih mendalami kematian AAM (20), petugas Petugas Pemeliharaan Jaringan Listrik mitra PLN di Karimun, Kepri, yang tewas tersetrum listrik tegangan tinggi.
Kapolsek Tebing, AKP Binsar Samosir mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), di kawasan Jenderal Sudirman Poros.
"Dugaan kelalaian safety hingga korban AAM meninggal masih kami dalami. Mengingat pekerjaan korban memang berisiko tinggi," ujar Binsar, Selasa (29/4/2025).
Ia menegaskan, pemeriksaan prosedur keamanan dalam melakukan pekerjaan sangat perlu dilakukan.
Baca juga: Sosok Petugas PLN di Karimun Tewas Kesetrum di Mata Sahabatnya, Ramah dan Loyal
"Pekerjaan ini pekerjaan rawan karena berhubungan dengan arus listrik bertegangan tinggi dari jaringan PLN," katanya.
Terpisah, pihak PLN enggan memberikan keterangan mengenai insiden nahas yang menimpa karyawan mitranya tersebut.
Diketahui, korban merupakan karyawan perusahaan atau mitra PLN ULP Tanjungbalai Karimun yakni PT Dredolf Indonesia (DI).
Saat ini terhadap jenazah korban telah dibawa pihak keluarga untuk proses pemakaman di Tanjungbatu Kota, Kecamatan Kundur.
Korban di Mata Sahabatnya
Sebelumnya diberitakan, suasana duka menyelimuti kediaman petugas pemeliharaan jaringan listrik di KarimunKepri, yang tewas kesetrum, AAM (20), bertempat di Tanjung Sari, RT 02/RW 015, Kelurahan Tanjungbatu Kota, Kecamatan Kundur, Selasa (29/4/2025).
Sahabat dekat korban, Dimas mengaku sedih atas kematian sahabatnya itu.
Pasalnya sosok korban bukan hanya sebagai seorang sahabat saja, namun dianggap layaknya saudara kandung sejak kecil.
"Sedih dan terkejut saat kami dengar kabar almarhum meninggal setelah membersihkan ranting pohon pagi tadi," kata Dimas kepada Tribun Batam.
Dari Dimas diketahui, korban merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan menjadi harapan bagi kedua orang tuanya.
"Kami berteman tiga orang, kami akrab antara satu sama lain. Dia (almarhum) sering main ke rumah, terakhir ketemu pas puasa dan lebaran kemarin itulah," ujarnya.
Baca juga: Breaking News, Petugas PLN di Karimun Kepri Tewas Kesetrum Saat Bersihkan Dahan Pohon
Di mata Dimas, korban dikenal sebagai teman yang baik, ramah ke semua orang dan loyal.
"Tak sangka almarhum pergi secepat ini. Banyak kenangan sama almarhum, sering nongkrong bareng, main futsal, ke pantai," ujarnya. (TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kapolsek-Tebing-masih-mendalami-dugaan-kelalaian.jpg)