UIB Gelar Webinar BIPA, Menguatkan Peran Bahasa Indonesia di Tengah Keberagaman Kepri
UIB gelar webinar BIPA, dorong pemahaman kebhinekaan lewat Bahasa Indonesia sebagai jembatan budaya dan diplomasi antarbangsa.
Penulis: Renhard Patrecia Sibagariang | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dalam rangka memperkuat pemahaman dan praktik kebhinekaan melalui bahasa, webinar bertajuk "Merangkul Ke-Bhineka-an Indonesia melalui Bahasa Indonesia: Selayang Pandang Kegiatan BIPA di Kepulauan Riau" sukses diselenggarakan oleh Pusat Bahasa UIB pada Selasa, 29 April 2025, pukul 10:00–12:00 WIB.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber ahli dari bidang pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), tenaga kerja, dan pendidikan di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).
APPBIPA (Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) menjadi wadah resmi pengembangan dan sinergi kegiatan BIPA di Kepri. Keberadaan APPBIPA menjadi salah satu pintu masuk bagi para pemangku kepentingan untuk mendapatkan layanan ke-BIPA-an, baik dalam bentuk pelatihan, pengajaran, maupun kolaborasi antarinstansi.
Webinar ini menghadirkan tiga narasumber utama yang memberikan wawasan dari berbagai perspektif mengenai penyelenggaraan dan urgensi program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Baca juga: Peringati Hardiknas, UIB Bangun Semangat Kuliah di Kalangan Siswa SMK
Prof. Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd., Ketua Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Pusat dan Guru Besar Universitas Negeri Malang, memaparkan secara daring mengenai pembelajaran BIPA untuk mengenalkan manusia dan budaya indonesia dan praktik program BIPA dalam membangun pemahaman lintas budaya.
“BIPA bukan sekadar pembelajaran bahasa, tetapi juga sarana untuk mengenalkan manusia dan budaya Indonesia kepada warga dunia,” kata Prof Gatut.
Narasumber kedua, Bukti Rantau, S.T., M.M., Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Madya dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepri, hadir secara luring dan membahas realitas Bahasa dan Budaya bagi Tenaga Kerja Asing (TKA).
Ia menyebut sebagian besar TKA di Kepri berasal dari Tiongkok, namun banyak dari mereka belum menguasai Bahasa Indonesia.
“Pembelajaran BIPA dapat menjadi solusi untuk mengatasi hambatan komunikasi di tempat kerja. Pernah ada regulasi yang mewajibkan pelatihan kebahasaan bagi TKA, namun kini sifatnya lebih sebagai anjuran. Meski demikian, aspek hukum ini tetap penting agar komunikasi di tempat kerja berlangsung harmonis, terlebih dengan memahami budaya lokal,” ujarnya.
Narasumber ketiga, Maya Marsevani, S.Pd., M.Pd., dosen dan pegiat BIPA dari UIB, menggambarkan secara luring praktik nyata pengajaran BIPA di Kepri.
Baca juga: Program RPL UIB, Solusi Kuliah Terjangkau, Cepat dan Berbasis Pengalaman Kerja
Ia berbagi pengalaman mengembangkan program BIPA sejak 2020 melalui pengajaran, publikasi, bahan ajar, dan proyek-proyek kreatif mahasiswa seperti penulisan buku dan artikel.
“BIPA di UIB tidak hanya hidup di kelas, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun pemahaman lintas budaya antara mahasiswa lokal dan asing,” katanya.
Webinar ini mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, seperti dosen, mahasiswa, pegiat kebahasaan, dan masyarakat umum yang tertarik pada isu bahasa dan budaya. Perwakilan dari Politeknik Negeri Batam, Politeknik Bintan Cakrawala, serta instansi perusahaan turut serta dan berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab.
Kepri sebagai wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga memainkan peran penting dalam menyebarluaskan Bahasa Indonesia kepada penutur asing. Webinar ini menjadi salah satu upaya konkret UIB dalam mendukung diplomasi budaya Indonesia melalui pendidikan bahasa.
Kepala Pusat Bahasa UIB, Hendra Nugraha, S.S., M.Hum menyampaikan tujuannya dari webinar ini.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa BIPA bukan sekadar program pembelajaran bahasa, tetapi juga jembatan untuk membangun dialog budaya, toleransi, dan saling pengertian antarbangsa. Universitas Internasional Batam berkomitmen mendukung pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai bagian dari upaya diplomasi budaya,” ujarnya. (*)
| Rekonstruksi di Kapal Sabuk Nusantara, Polisi Natuna Cari Jejak Emas yang Dibawa Kabur DS |
|
|---|
| Dinas Perkim Minta Warga Kepri Waspadai Penipuan Modus Lelang Tertutup Pengadaan Material |
|
|---|
| Polisi Tetapkan Tersangka Baru Kasus Toko Emas Anggota DPRD di Natuna Dibobol Maling |
|
|---|
| Harga Emas Perhiasan di Natuna Hari Ini Minggu 12 April 2026, Emas 24Karat Rp2,7 Juta per Gram |
|
|---|
| Imigrasi Ranai Deportasi 2 WN Malaysia dari Natuna, Kedapatan Kerja Tanpa Izin di Selat Lampa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/UIB-11.jpg)