Rabu, 22 April 2026

SEKOLAH KEDINASAN

Daftar 5 Sekolah Kedinasan 2025 yang Terima Peserta Mata Minus, Ada STIS dan STIN

Banyak pelajar bercita-cita masuk sekolah kedinasan karena menawarkan berbagai keuntungan, seperti kuliah gratis, ikatan dinas, hingga peluang

Editor: Tika Kartika
Instagram @masuk.stis
SEKOLAH KEDINASAN - Gambar ilustrasi. Berikut Daftar 5 Sekolah Kedinasan yang Terima Peserta Mata Minus 

TRIBUNBATAM.id - Banyak pelajar bercita-cita masuk sekolah kedinasan karena menawarkan berbagai keuntungan, seperti kuliah gratis, ikatan dinas, hingga peluang langsung diangkat menjadi CPNS setelah lulus.

Sayangnya, tidak sedikit yang merasa ragu untuk mendaftar karena memiliki kondisi mata minus atau memakai kacamata.

Padahal, ada beberapa sekolah kedinasan yang tetap membuka kesempatan bagi peserta dengan mata minus selama masih memenuhi batas kesehatan tertentu. Ini tentu menjadi kabar baik bagi kamu yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus menjamin masa depan karier di instansi pemerintah.

Di antara sekolah-sekolah tersebut, dua yang cukup populer dan banyak diminati adalah STIS (Politeknik Statistika) dan STIN (Sekolah Tinggi Intelijen Negara).

Keduanya memiliki program pendidikan unggulan dan prospek kerja menjanjikan.

Simak daftar lengkapnya di bawah ini untuk mengetahui sekolah kedinasan mana saja yang menerima peserta mata minus dan bisa jadi pilihan terbaik untukmu.

1. Politeknik Statistika STIS (BPS)

STIS menjadi salah satu sekolah kedinasan favorit yang berada di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS).

Kabar baiknya, sekolah ini menerima peserta berkacamata atau yang menggunakan lensa kontak, baik minus maupun plus, selama ukurannya tidak melebihi 6 dioptri. 

Namun, calon mahasiswa wajib tidak mengalami buta warna, baik total maupun parsial.

Selain itu, peserta harus dalam kondisi sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, serta mampu melakukan aktivitas baik di dalam maupun di luar ruangan.

2. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)

Berada di bawah Badan Intelijen Negara (BIN), STIN juga membuka peluang bagi calon mahasiswa dengan gangguan refraksi ringan.

Peserta diperbolehkan mendaftar jika memiliki mata minus atau plus maksimal 1 dioptri.

Syarat tambahan mencakup tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita, serta larangan memiliki tato atau bekas tato. Peserta juga harus sehat secara fisik dan mental.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved