Selasa, 14 April 2026

Batam Terkini

Aniaya Anak Tiri Hingga Luka, Pelaku Kerap Menangis Dibalik Jeruji Polsek Sei Beduk

"Saya sangat menyesal. Saya minta maaf nak, ayah sudah berdosa," ujar tersangka dengan isak tangis .

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Eko Setiawan
Beres
Pelaku penganiayaan anak tiri, Rahman tertunduk lesu. Ia menyesali perbuatannya 

TribunBatam.id,Batam - Pelaku penganiayaan anak tiri, Rahman Putra (31) kini harus merasakan dinginnya jeruji penjara Polsek Sei Beduk. 

Tersangka akan mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah menganiaya seorang bocah, Boboy (6) tahun hingga alami luka di kepala. 

Ditemui di Polsek Sei Beduk, pelaku Rahman mengaku menyesali perbuatannya. Ia memukul dan membacok kepala anak sambungnya itu lantaran tak dapat mengontrol emosinya.

Akibat tindakannya, korban mengalami luka serius dan harus mendapatkan delapan jahitan di rumah sakit. 

"Saya sangat menyesal. Saya minta maaf nak, ayah sudah berdosa," ujar tersangka dengan isak tangis ketika ditemui di Polsek Sei Beduk, Selasa (27/5) sore. 

Sore itu, pelaku Rahman menjalani pemeriksaan di meja penyidik. Ia sadar, setelah kejadian itu ia harus berpisah dengan tiga darah dagingnya yang masih kecil di rumah kost di Kampung Aceh. 

Tersangka ini hanya bisa menunduk, rambut panjangnya lantas menutup wajahnya. Ia menangis sambil menceritakan kronologi kejadian yang telah berlalu. 

Peristiwa itu, kata dia terjadi pada Jumat (23/5) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, ia meminta Boboiboy panggilan sapaan korban untuk masuk ke rumah untuk dimandikan.  

"Awalnya saya pukul kakinya pakai gagang sapu agar dia mau masuk. Setelah itu, dia masuk," ujarnya. 

Namun, belum bersiap mandi, korban malah bermain HP dan berusaha keluar rumah. Hal itu pun membuat pelaku emosi, saat memegang tangan anaknya untuk mencegahnya pergi, spontan ia membacok kepala anaknya dua kali dengan golok.  

"Dua kali saya bacok kepalanya, tapi tidak kencang. Karena pisaunya tajam, akhirnya kepalanya terluka," ucapnya.

Melihat anaknya terluka, pelaku panik dan dibantu tetangga membawa korban ke Rumah Sakit Camatha Sahidya. 

Namun, saat korban dirawat di UGD, ia mengaku tidak memiliki uang untuk membayar biaya pengobatan sebesar Rp400 ribu. 

"Saya pergi karena tidak ada uang, saya tinggalkan anak saya disana," katanya.  

Pelaku baru kembali ke rumah sakit pada Minggu sore bersama istrinya, bukan untuk membayar biaya perawatan, melainkan sekadar melihat kondisi anaknya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved