Senin, 20 April 2026

Fary Djemy Francis Belanja Masalah di Kawasan Industri Batam

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis belanja masalah di kawasan industri Batam. Ia berdialog dengan investor

Editor: Dewi Haryati
dok.Humas BP Batam
BELANJA MASALAH - Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis saat berkunjung ke salah satu kawasan industri di Batam, untuk belanja masalah baru-baru ini 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis belanja masalah di kawasan industri Batam.

Ia berkunjung ke kawasan Panbil Industrial Estate dan Kawasan Industri Terpadu Kabil, pada Selasa (27/5/2025) dan Rabu (28/5/2025) untuk belanja masalah yang dihadapi investor di Batam

Dalam kunjungan tersebut, Fary menyempatkan diri berdialog dengan pengelola kawasan industri dan jajaran pimpinan perusahaan yang dikunjunginya. 

Persoalan yang dihadapi investor ini, menjadi perhatian khusus yang harus segera diselesaikan demi pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, dalam mendukung investasi yang inklusif.

Baca juga: Profil Fary Djemy Francis, Politisi Gerindra yang Ditunjuk Jadi Deputi BP Batam

Fary mengatakan, sejak dilantik pada Maret lalu, jajaran pimpinan BP Batam telah dua kali dipanggil oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. 

Salah satu arahan Presiden, meminta kepada jajaran BP Batam untuk mengoptimalisasi sektor strategis seperti kawasan industri dan galangan kapal sebagai penopang ekonomi nasional.

"Kita diberikan target pertumbuhan ekonomi yang harus lebih tinggi dari nasional. Untuk mencapai target itu, tentunya kita harus mempunyai hubungan yang erat dengan investor layaknya seperti teman atau sahabat," ujar Fary dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/5/2025).

Fary melanjutkan, dari belanja masalah yang dilakukannya tersebut, ada sejumlah persoalan yang didapat. Salah satunya adalah mengenai kenaikan harga gas bumi. 

Sehingga, atas persoalan yang dihadapi oleh investor ini, BP Batam akan mencoba menjembatani persoalan ini dengan seluruh pemangku kepentingan. Baik itu pemangku kepentingan yang ada di daerah maupun pusat.

"Kami menginginkan Kota Batam ini menjadi role model investasi yang ada di Indonesia," tutup Fary. (*)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved