Happy Ending Kisruh Perpisahan TK di Bengkulu, Duduk Perkara Akhirnya Terbongkar
Kisruh dugaan pengucilan 11 siswa TK Dharma Bakti Pagar Dewa dari acara perpisahan yang sempat menggemparkan jagat maya akhirnya menemukan titik tera
TRIBUNBATAM.id - Kisruh dugaan pengucilan 11 siswa TK Dharma Bakti Pagar Dewa dari acara perpisahan yang sempat menggemparkan jagat maya akhirnya menemukan titik terang. Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial pada Rabu (11/6/2025) menunjukkan kemarahan wali murid yang menduga anak-anak mereka dikucilkan dan dibedakan seragamnya dari acara perpisahan sekolah. Wali murid, melalui akun Facebook @Mamanya Kelvin Qayla, mempertanyakan mengapa anak-anak mereka tidak diikutkan dalam acara perpisahan dan hanya bisa menyaksikan dari balik jendela.
Setelah viralnya video tersebut, pihak sekolah dan perwakilan wali murid telah melakukan mediasi yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu, berujung pada kesepakatan damai dan saling memaafkan.
Kepala TK Dharma Bakti, Dahlia, dalam klarifikasinya menyampaikan permohonan maaf atas adanya miskomunikasi yang menyebabkan kesalahpahaman tersebut. "Tadi sudah ada mediasi dengan wali murid, kami pihak meminta maaf karena ada miskomunikasi. Jadi kami sudah mediasi, sudah damai, dan video itu nanti ditarik," jelas Dahlia.
Dahlia juga meluruskan bahwa kegiatan makan-makan yang terekam dalam video viral itu merupakan inisiatif dari wali murid, bukan dari pihak sekolah. Ia juga menegaskan bahwa pada hari kejadian, pihak sekolah memang tidak memberlakukan aturan seragam, sehingga anak-anak datang dengan pakaian bebas.
"Yang mengajak makan-makan kemarin itu walimurid, tidak ada dari sekolah. Kalau seragam, kita hari itu memang bebas," paparnya, berharap tidak ada lagi kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat.
Dikbud Turun Tangan, Mediasi Berlangsung Haru
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu dengan sigap turun tangan untuk menengahi polemik ini. Mediasi yang dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Dikbud Kota Bengkulu, Ilham Putra, dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan bertempat di TK Dharma Bakti Pagar Dewa.
Perwakilan Wali Murid, Renta Siskalia, yang juga pemilik akun Facebook @Mamanya Kelvin Qayla, mengonfirmasi hasil positif dari mediasi tersebut. "Semua itu real karena miskomunikasi, dan sekarang sudah dimediasi oleh pihak diknas, kami 11 orang itu bersama pihak sekolah. Alhamdulillah kita sudah ketemu, di sini kita tidak mencari siapa yang benar dan siapa yang salah," kata Renta, yang juga akan menarik atau take down video viralnya.
"Semua sudah clear, dari pihak sekolah juga sudah memberi penjelasan ada keteledoran dan meminta maaf. Kami juga sudah legowo, dan insyaallah untuk video yang viral itu kita akan tarik lagi," ungkap Renta, menunjukkan iktikad baik dari kedua belah pihak.
Mediasi yang berlangsung sekitar 2 jam dan berakhir pada pukul 10.47 WIB itu ditutup dengan momen haru. Semua pihak yang terlibat, baik para wali murid yang sempat berselisih maupun pihak sekolah, saling berpelukan dan bermaaf-maafan. Momen ini menjadi simbol berakhirnya ketegangan dan dimulainya kembali hubungan yang harmonis demi kenyamanan dan kebaikan anak-anak didik.
Kejadian Awal
Kekecewaan mendalam menyelimuti hati sejumlah wali siswa Taman Kanak-kanak (TK) Dharma Bakti Pagar Dewa, Bengkulu. Pasalnya, 11 orang anak mereka diduga dikucilkan dari acara perpisahan sekolah, bahkan seragam mereka pun dibedakan. Insiden ini sontak memicu kemarahan para wali siswa, yang mempertanyakan alasan di balik perlakuan diskriminatif tersebut.
Video yang merekam kemarahan wali siswa ini pun viral di media sosial. Diunggah oleh akun Facebook @Mamanya Kelvin Qayla pada Rabu (11/6/2025) sekitar pukul 13.00 WIB, video berdurasi 3 menit 42 detik tersebut dengan cepat menarik perhatian warganet.
Dalam unggahannya, akun @Mamanya Kelvin Qayla menuliskan, "Anak kami 11 orang dikucilkan dari seragam dibedakan. Katanya gak ada acara perpisahan tapi ternyata buat acara. Apa salah anak kami...Ini Tk Dharma Bakti Pagar Dewa..yang lain di telepon seragam ini itu. Kami gak ada pembritahuan sama sekali."
Video tersebut menampilkan seorang wali siswa yang diduga merupakan salah satu ibu dari 11 anak yang dikucilkan, tiba-tiba mendatangi lokasi acara perpisahan yang ramai dipenuhi siswa-siswi TK dan sejumlah guru. Dengan nada tinggi, ia meluapkan kekesalannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kisruh-tk-di-Bengkulu1212.jpg)