Rabu, 8 April 2026

Pengusaha Batam Akhmad Ma'ruf Maulana Pimpin HKI Indonesia Periode 2025-2029

Pengusaha Batam yang juga bos Wiraraja Group, Akhmad Ma'ruf Maulana jabat Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia secara aklamasi

|
Editor: Dewi Haryati
Dok. Himpunan Kawasan Industri Indonesia via Kompas.com
PIMPIN HKI INDONESIA - Akhmad Ma'ruf Maulana (dua dari kiri), pengusaha Batam, Kepri, jabat Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) , usai terpilih lewat aklamasi Munas XI di Jakarta Selatan, Rabu (18/6/2025). 

TRIBUNBATAM.id - Pengusaha Batam, Kepri, Akhmad Ma’ruf Maulana pimpin Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) periode 2025-2029.

Ma'ruf Maulana terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) IX HKI yang diselenggarakan di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/6/2025).

Bos Wiraraja Group itu pun menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin organisasi strategis yang menjadi penggerak sektor industri nasional ini.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Ini bukan hanyalah sebuah kehormatan bagi saya, tetapi juga tanggung jawab yang besar di tengah dunia yang serba tidak pasti,” ujar Ma’ruf dalam keterangan resminya, dilansir dari Kompas.com, Kamis (19/6/2025).

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara HKI dan pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, untuk menciptakan iklim investasi yang lebih pasti dan kompetitif.

“Kita berharap bersama Kementerian Perindustrian, Indonesia bersama HKI, kita buat investasi industri di Indonesia menjadi pasti. Kawasan industri bukan hanya untuk berbisnis, tetapi juga panggilan nasionalisme,” tegas Ma’ruf.

Pria yang pernah menjabat Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kepri itu turut menyoroti dinamika geopolitik global, seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan China, sebagai peluang strategis bagi Indonesia untuk menarik investasi.

“Ada ruang bisnis yang perlu kita garap bersama-sama, karena dampak dari perang dagang itu membuka celah investasi ke kawasan industri yang kita naungi di bawah HKI,” tuturnya.

Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, Ma'ruf mendorong pembentukan Badan Kawasan Industri Nasional (BKIN) yang berada langsung di bawah pembinaan teknis Kementerian Perindustrian. 

BKIN diharapkan berperan seperti Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yakni memperkuat daya tarik investasi dan mengatasi hambatan pelaku industri.

“Kami berharap adanya sebuah badan, badan yang dibentuk kawasan industri nasional BKIN yang dapat menjawab tantangan-tantangan investasi,” papar Ma'ruf.

Lebih lanjut, Ma’ruf menegaskan bahwa HKI akan mendorong terbitnya undang-undang khusus mengenai kawasan industri untuk memberikan kepastian hukum serta mendukung ekosistem investasi yang sehat.

“Kawasan industri bukan semata-mata hanya untuk mencari untung, tetapi ada panggilan nasionalisme. Kita harus bersatu padu menghadapi persaingan dengan Johor, 
Singapura yang pemerintahnya sangat memproteksi kawasan industrinya,” ungkap Ma’ruf.

Aktif Mendukung Proyek Strategis Nasional

Ma’ruf juga menyampaikan bahwa arah kebijakan HKI akan selaras dengan agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, serta akan aktif mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Pastinya kita selalu berkoordinasi dengan pemerintah. Kita membuat visi misi harus sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo. Kita ingin mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam lima tahun ke depan. Dan kita ingin ada sebuah payung hukum yang lebih kuat untuk kawasan industri,” kata Ma’ruf.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved