Kamis, 23 April 2026

KASUS MUTILASI DI PADANG PARIAMAN

Pembunuhan Berantai Hantui Mahasiswi STIE Padang, Tiga Gadis Dibunuh Secara Sadis

Berdasarkan informasi yang beredar di sejumlah media sosial, ketiga korban tersebut pernah kuliah di STIE Keuangan Perbankan dan Pembangunan Kota Pada

Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id
Pembunuhan di Padang pariaman, tiga korban ternyata merupakan mahasiswi yang pernah berkulaih di kampus yang sama. 

TRIBUNBATAM.id, PADANG - Ada kesamaan dalam kasus pembunuhan berantai di Padang Lariaman. Tiga Wanita yang tewas di bantai tersebut ternyata merupakan mahasiswi di Kampus yang sama.

Tersangka adalah Satria Johanda (25) alias Koyek. Sejauh ini masih menjadi misterius, apakah ada hubungan antara ketiga korban ini sehingga koyek tega menghabisi mereka.

Berdasarkan informasi yang beredar di sejumlah media sosial, ketiga korban tersebut pernah kuliah di STIE Keuangan Perbankan dan Pembangunan Kota Padang.

Ketua STIE KBP Padang, Suhelmi Helia, membenarkan bahwa ketiga korban pernah menuntut ilmu disana.

"Iya benar, ketiga korban itu pernah kuliah di kampus kami," katanya kepada TribunPadang.com, Jumat (20/6/2025).

Menurut Suhelmi, Siska Oktavia Rusdi bersama Adek Gustiana merupakan mahasiswa satu angkatan masuk, yaitu tahun 2020 dengan program studi S1 Manajemen.

Sementara itu, Septia Adinda merupakan mahasiswa angkatan 2018 dengan program studi  S1 Manajemen.

Suhelmi juga mengatakan bahwa sebelum Siska dan Adek dikabarkan hilang, kedua mahasiswanya itu sedang menyelesaikan skripsi mereka.

"Siska dan Adek ini sudah habis mata kuliahnya, mereka berdua sebelum hilang itu sedang menyelesaikan skripsinya, kalau tidak salah akan seminar proposal," terangnya.

Sementara itu, mahasiswa yang atas nama Dinda tidak melanjutkan perkuliahannya.

"Kalau Dinda ibu kurang tau, karena ia tidak ada kabar atau kejelasan dulunya, atau mungkin ibu yang kurang mendapatkan informasi terkait Dinda ini," ujarnya.

Suhelmi menyebutkan bahwa Siska dan Adek merupakan mahasiswa yang dikenal baik di kampus.

"Anaknya baik, pintar, tidak pernah ada masalah. Di teman-temannya pun dikenal baik," ujarnya.

"Apalagi si Adek, dia itu pintar, dia kuliah disini dengan beasiswa dari pemerintah," sambungnya.

Dengan ditemukannya Siska dan Adek dalam kondisi meninggal dunia, Suhelmi mengatakan bahwa dirinya serta pihak kampus meras terkejut dan terpukul.

"Tentu saja kita terkejut dan terpukul karena mendengar kabar ini setelah satu tahun lebih menghilang. Kita berharap semoga kedua almarhum diampuni dosanya dan diterima di sisi Allah SWT," harapanya.

 

Artikel ini telah tayang di TribunPadang.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved