Senin, 4 Mei 2026

KECELAKAAN DI BINTAN

Suasana Duka di Rumah Kamaluddin Korban Laka Maut, Pelayat Terus Datangi Rumah Duka

Halaman rumah Muhammad Kamaluddin korban kecelakaan maut dua lori di Bintan masih di padati sejumlah orang.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Eko Setiawan
Tribun Batam.id/ Ronnye Lodo Laleng
JENAZAH KORBAN  - Sejumlah ibu-ibu membopong Maryanti setelah turun dari mobil ambulance di depan rumah duka, RT 004, RW 002, Desa Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang,  Kabupaten Bintan. 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN  - Halaman rumah Muhammad Kamaluddin korban kecelakaan maut dua lori di Bintan masih di padati sejumlah orang.

Keluarga, rekan kerja, hingga tetangga, sili berganti mendatangi rumah korban di RT 004, RW 002, Desa Galang Batang, Kabupaten Bintan.

Meski cuaca sedang panas, tak menyurut langkah kaki mereka menuju ke kediaman almarhum Kamaluddin, Jumat (27/6/2025).

Wajah sedi masih terlihat jelas bagi mereka yang datang ke rumah itu.

Sebagian duduk bersila di lantai teras rumah bercat putih itu, sebagian lainnya duduk di bawah tenda biru tepat di depan rumah.

Diselah obrolan dan bisikan pelan para tamu yang datang, terdengar ada doa yang lirih dari dalam rumah.

Seorang ibu terlihat khusyuk berdoa untuk kepergian korban Kamaluddin. 

Dia berdoa minta doa agar segala kesalahan korban selama di dunia di ampuni Tuhan.

Tepat di tepi jalan utama, beberapa pria duduk di sebuah kios mini.

Kios itu terletak di sisi kiri jalan masuk ke rumah Kamaluddin. 

Mereka duduk berjejer sembari mengisap sebatang rokok, ikut prihatin atas kecelakaan yang menimpa rekan mereka.

Isak tangis pelan terdengar dari dalam rumah.

Tak sekeras saat jenazah tiba, di rumah duka Kamis (26/6/2025) sore. 

Kala itu ibu korban, Maryanti dan ayah Mingin baru saja turun dari mobil ambulance milik RSUD RAT Tanjungpinang. 

Ayah korban pertama melangkahkan kaki turun dari mobil, lalu di susul Maryanti. 

Tangisan pecah seketika setelah jenazah di angkat menuju ke dalam rumah. 

Maryanti tidak bisa jalan sendiri, melangkahkan kaki saja terasa berat. Dia harus di bopong sejumlah ibu-ibu dan satu pria.

Air mata mengalir deras di dua bola mata Maryanti.

Baju kuning dan jilbab hitam yang dikenakan tampak basah penuh dengan air mata.

Wajahnya memerah karena sudah terlalu banyak mengeluarkan air mata.

Dia tak banyak mengucapkan kata-kata, dia hanya lemas dan lunglai.

Seketika dia pingsan hingga membuat ibu-ibu berjibaku mengangkatnya ke dalam rumah. 

Di luar ada satu papan bunga yang di pasang di sebelah kanan pintu masuk rumah. 

Isinya ikut berduka cita mendalam atas musibah ini.

"Keluarganya masih berduka, belum bisa di ajak bicara soal insiden ini," ucap seorang pria di depan rumah duka.

Meninggalnya Kamaluddin menyisakan sejumlah kenangan dari keluarga dan kawan-kawannya.

Almarhum dikenal sebagai pekerja kerasa.  Sejak lulus SMP Kamaluddin memang sudah bantu orangtua bekerja.

Korban merupakan putra dari Maryanti dan Mingin. 

Korban adalah anak pertama, mereka semuanya tiga bersaudara. 

Selama hidup korban tidak pernah gengsian, apa saja di kerjakannya, yang penting halal.

"Almarhum merupakan sosok pekerja keras," kata rekan almarhum, Bayu.

Selain itu Kamaluddin juga dikenal sebagai pribadi yang baik dan bertanggungjawab. 

Kenangan serupa juga disampaikan rekan Kamaluddin lain bernama, Ardi.

Ardi mengaku kaget, dan tak habis pikir peristiwa ini menimpa rekannya tersebut. 

Dia mengetahui rekannya itu meninggal dari video yang disebarkan di media sosial (medsos).

"Saya pikir cuma kecelakaan biasa saja. Eh begitu liat video ternyata dia alami luka serius," katanya. 

Ardi dan Kamaluddin sudah kenal lama, selain kawan satu kawasan, mereka juga kawan di bangku sekolah. 

"Saya akrab sama dia, sejak SMP hingga SMK saya satu angkatan dengan Kamaluddin. Kami berdua alumni SMK 1 Korindo Bintan," ungkap Ardi.

Hal yang membuat dia tak paling terpukul adalah tadi pagi almarhum masih tegur sapa dengan dirinya.

"30 menit sebelum kejadian, almarhum bahkan sempat melambaikan tangan dari dalam truk. Dia kala itu hendak pergi kerja," kenangnya.

Almarhum merupakan, satu dari tiga korban kecelakaan lori di Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang.

Setelah alami kecelakaan, ketiga korban sempat di larikan ke RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. 

Jenazah sempat disemayamkan di rumah duka Galang Batang sekira 2 jam.

Jenazah lalu di doakan di masjid Nurul Watilan dan dikebumikan sore tadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Galang Batang. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved