Kamis, 28 Mei 2026

Batam Terkini

Naik Motor Becak, Komplotan Pencuri Pagar Rumah Beraksi di Batam, Satu Pelaku Masih Diburu

Menjalankan aksinya, dua maling ini keliling komplek perumahan, menarget rumah yang sepi ditinggal pemilik. Aksi maling itu pun menyasar rumah warga.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Eko Setiawan
Beres
Becak motor yang dimodifikasi pelaku ketika menjalankan aksinya mengangkut barang curian 

TRIBUNBATAM.id - Aksi pencurian pagar rumah di kawasan perumahan elit Nagoya Permai, Lubuk Baja, Batam menjadi sorotan 

Apalagi saat menjalan aksinya, kedua pelaku berkeliling menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi menjadi becak motor. 

Menjalankam aksinya, dua maling ini keliling komplek perumahan, menarget rumah yang sepi ditinggal pemilik. Aksi maling itu pun menyasar rumah seorang pengusaha, Fendi (45).

Menggunakan mesin bor dan mesin pemotong besi, pelaku mencongkel pagar rumah milik pengusaha, Fendi. Setelah pagar dibongkar lalu membawanya kabur.

Kejadian ini berlangsung pada Rabu, 25 Juni 2025 sekitar pukul 16.00 WIB. Korban Fendi yang sedang berada di Barelang mendapat kabar dari kerabatnya bahwa pagar rumahnya hilang. Saat dicek, benar saja, pagar stainless senilai jutaan rupiah raib dari tempatnya.

Video rekaman CCTV yang merekam aksi pencurian sempat viral di media sosial. Dari rekaman itulah Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja berhasil melacak salah satu pelaku, yakni Afrinus Moan Laga alias Fino (27), yang ditangkap di kawasan Pasar Baru Jodoh pada Rabu, 2 Juli 2025 sekitar pukul 23.00 WIB.

Kapolsek Lubuk Baja melalui Kanit Reskrim Iptu Noval Adimas Ardianto menyebut, para pelaku memang sengaja memodifikasi motor mereka menjadi becak motor untuk membawa hasil curian.

"Motor ini sudah dimodifikasi untuk mengangkut barang besar, mereka keliling mencari sasaran. Setelah dapat, langsung diangkut pakai becak motor,” ungkapnya, Sabtu (5/7).

Saat penangkapan Afrinus, polisi juga menyita motor becak tersebut sebagai barang bukti, berikut sebuah flashdisk berisi rekaman CCTV dan nota pembuatan pagar stainless seharga Rp 5 juta.

Sayangnya, rekan Afrinus bernama Mikael berhasil kabur. Dari pengembangan penyidikan, Mikael diduga tinggal di kawasan Tanjung Uma. Namun saat petugas mendatangi rumahnya, rumah dalam keadaan terkunci dan pelaku tak ditemukan.

"Satu pelaku masih dalam pengejaran. Identitas sudah kami kantongi dan kami terus lakukan pengembangan,” tambah Iptu Noval.

Kini, perburuan terhadap Mikael masih terus dilakukan. Polisi mengimbau masyarakat waspada terhadap aksi pencurian yang semakin nekat dan beragam modusnya, termasuk memakai becak motor untuk mengangkut hasil curian. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved