Senin, 20 April 2026

Ramai Isu Beras Oplosan

Respons Isu Beras Oplosan, Amsakar Kasih Tugas Disperindag dan BP Batam Cek Lapangan

Tanggapi isu beras oplosan, Amsakar tugaskan Disperindag telusuri kondisi lapangan. Begitu juga BP Batam dari sisi lalu lintas barang

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Ucik Suwaibah/Tribun Batam
TANGGAPI ISU BERAS OPLOSAN - Foto Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra saat ditemui pada Jumat (18/7/2025). Amsakar yang juga Kepala BP Batam, tanggapi isu beras oplosan dengan perintahkan Disperindag dan BP Batam cek lapangan 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Meski belum ditemukan adanya indikasi beras oplosan seperti yang disebutkan Kementerian Pertanian RI, sejumlah daerah termasuk Batam tetap siaga. 

Sejumlah langkah pencegahan terus dilakukan, termasuk pengawasan terhadap distribusi dan kualitas beras yang masuk ke Batam.

Menanggapi isu yang berkembang, Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pihaknya belum menerima informasi resmi dan detail soal dugaan 212 merek beras oplosan tersebut.

"Saya belum dapat informasi detail soal itu. Setelah saya dapat informasi, saya akan sampaikan," ujar Amsakar, Jumat (18/7/2025).

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Batam akan menugaskan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk menelusuri kondisi di lapangan. 

Selain itu, sebagai otoritas yang menangani lalu lintas barang, BP Batam juga akan dilibatkan dalam pengawasan distribusi beras masuk.

"Nanti akan ditugaskan, di Pemko lewat Disperindag, dan di BP Batam dari sisi lalu lintas barang," imbuhnya. 

Belum Ditemukan di Batam

Sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam memastikan, hingga kini belum ditemukan adanya indikasi praktik beras oplosan di wilayah Batam.

Kabid Perdagangan Disperindag Batam, Wahyu, menyebut pihaknya sudah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah distributor utama di Batam, termasuk gudang distribusi di kawasan Batu Ampar dan Batam Kota.

"Hasil pengecekan tadi bagus. Dua tempat di gudang distributor Batu Ampar dan Batam Kota. Stok dan jumlah cukup. Kekhawatiran seperti yang terjadi di Jawa tidak ditemukan di Batam," ujar Wahyu, Kamis (17/7/2025).

Menurut Wahyu, dari 212 merek yang disebut Kementan, mayoritas belum ditemukan beredar di Batam.

Sebab pasokan yang beredar di kota ini sebagian besar berasal dari distributor lokal dan didominasi merek lokal.

"Kami cek beras yang sudah dikemas maupun yang sedang dikemas. Semuanya oke, terutama beras premium," katanya.

Meski begitu, Wahyu mengatakan pengecekan baru dilakukan di level distributor. 

Disperindag secara bertahap akan melakukan pengecekan, pengawasan ke pasar, toko grosir dan minimarket pada pekan ini.

"Yang sudah dicek ada tujuh titik. Untuk grosir dan ritel modern menyusul minggu ini," kata Wahyu.

Disperindag juga mengimbau masyarakat agar lebih cermat saat membeli beras. 

Bagi warga yang khawatir terhadap kualitas beras yang dibeli, Wahyu menyarankan agar sementara waktu menghindari merek-merek yang telah dipaparkan oleh Kementan.

"Kalau khawatir, bisa beli di luar merek-merek yang disebutkan pemerintah pusat," terangnya.

Adapun merek beras yang diduga dioplos itu di antaranya dari merek yang terafiliasi Wilmar Group meliputi, Sania, Sovia, Fortune, Siip. 

Kemudian, merek yang terafiliasi PT Food Station Tjipinang Jaya meliputi Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, Setra Pulen.

Merek yang terafiliasi PT Belitang Panen Raya meliputi, Raja Platinum dan Raja Ultima.

(Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved