Jumat, 17 April 2026

BERITA VIRAL

Berniat Minta Maaf Pencuri Ubi Malah Dihajar Anggota Brimob dan Dibakar Hidup-hidup Oleh Pegawai ASN

Kapolsek Medan Tembung, AKP Ras Maju Tarigan, membenarkan penangkapan HR. “Pelaku sudah diamankan dan sedang diperiksa.

Editor: Eko Setiawan
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PENCURIAN UBI: Kondisi Peri Andika (18) maling 2 karung ubi usai dibakar seorang ASN Pemkab Deli Serdang, Selasa (12/8/2025). Peri dibakar ketika hendak meminta maaf sudah mencuri ubi. 

TRIBUNBATAM.id, MEDAN – Peristiwa main hakim sendiri di Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menyisakan luka dan kemarahan publik.

Seorang ASN Pemkab Deli Serdang, HR, ditangkap polisi setelah diduga membakar hidup-hidup seorang pemuda yang ketahuan mencuri dua karung ubi.

Namun, bukan hanya HR yang disebut terlibat. Seorang oknum anggota Brimob Binjai berinisial EH juga diduga ikut melakukan pemukulan brutal terhadap korban dan rekannya.

Kapolsek Medan Tembung, AKP Ras Maju Tarigan, membenarkan penangkapan HR. “Pelaku sudah diamankan dan sedang diperiksa.

Detail lengkap akan kami sampaikan setelah proses pemeriksaan,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).

Korban, Peri Andika (18), menderita luka bakar serius di dada, tangan, dan beberapa bagian tubuh lain. Ia dibakar usai ketahuan mencuri ubi dari kebun milik kelompok Ikatan Keluarga Dolok Sipiongot (IKDS).

Jefri, rekan Peri yang juga menjadi korban, menceritakan kronologinya. Pada Rabu (6/8/2025) pagi, mereka mencuri dua karung ubi sekitar pukul 05.00 WIB.

Aksi itu dipergoki warga sehingga mereka kabur, meninggalkan sepeda motor dan hasil curian.

Karena takut, sore harinya keduanya memutuskan kembali untuk meminta maaf.

Mereka datang setelah dipanggil pemilik kebun. Namun, setibanya di lokasi, belasan orang sudah menunggu.

“Kami dipukuli di gubuk persatuan mereka, ada sekitar 13 orang. Saya bahkan ditodong pistol oleh Pak Alimuda, pengurus IKDS. Salah satu yang mukuli saya adalah ASN dan oknum Brimob,” ungkap Jefri, Selasa (12/8/2025).

Tak berhenti di situ, HR disebut datang membawa bensin.

Peri dan Jefri lalu dipisahkan. Jefri digebuki oleh delapan orang, termasuk oknum Brimob, sementara Peri mengalami nasib lebih tragis.

Peri mengaku awalnya hanya diancam akan dibakar dan sempat menyatakan sanggup mengganti rugi. Namun, ancaman itu berubah nyata.

“Dia bilang, ‘gak kamu gak bisa gantinya, udahlah kamu saya siram bensin saja’. Lalu saya disiram bensin dan muka saya disepak,” tutur Peri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved