Senin, 1 Juni 2026

Respons Pedagang Sembako di Batam Soal Pemusnahan 4 Ton Bawang Bawang Merah oleh Karantina

Pedagang sembako di Batam tanggapi pemusnahan 4 ton bawang merah oleh Karantina. Sarankan bawang diedarkan, bukan dimusnahkan

Tayang:
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Istimewa
PEMUSNAHAN BAWANG MERAH - Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan Kepri memusnahkan 4 ton bawang merah selundupan di Batam, Jumat (15/8/2025) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Bawang Baleri atau birma yang dimusnahkan Balai Karantina hewan, ikan dan tumbuhan Kepri banyak tersedia di sejumlah pasar sembako di Batam

Harganya per hari ini di kisaran Rp12 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram. Bahkan, sejumlah pedagang menyebut stok bawang masih banyak tersedia, termasuk di gudang distributor. 

Sejumlah pedagang di pasar menawarkan harga bawang merah yang variatif. Di Pasar Tos 3000 misalnya Rp16 ribu/kg, sedangkan bawang kupas Rp18 ribu per kg. 

"Harga hari ini masih stabil, tak ada naik harga. Belum kupas Rp16 ribu. Kalau sudah kupas Rp18 ribu. Beda kalau Bawang Jawa sampai Rp45 ribu per kilo," ujar Zebedes, pedagang Pasar Tos 3000, Senin (18/8/2025). 

Diakuinya, permintaan bawang jawa lebih banyak terjual jika dibanding dengan bawang birma. Sebab, menurut sejumlah konsumen, bawang jawa lebih harum dan membuat masakan lebih nikmat. 

"Kalau dibandingkan, lebih banyak orang beli bawang jawa ketimbang bawang birma. Cuma orang kalau beli bawang jawa jumlahnya sedikit-sedikit, seperempat kg, setengah kilo," katanya. 

Harga bawang merah yang kompetitif juga terlihat di Pasar Botania II. Bawang birma per kilogram masih di harga Rp15 ribu. 

Seorang pedagang besar di Pasar Botania II, Aput melaporkan, rincian harga sejumlah komoditi sembako terkini di tengah pedagang pasar.

Cabai setan Rp50 ribu/kg, cabai rawit Rp45 ribu/kg, cabai merah Rp40 ribu/kg, bawang putih Rp30 ribu/kg, telur Rp55 ribu/papan, sayur kol Rp13 ribu /kg, daging ayam segar Rp37 ribu /kg, ayam es Rp35 ribu /kg. 

Merespons 4 ton bawang merah yang dimusnahkan Balai Karantina Kepri karena disebut-sebut sebagai pembawa hama tumbuhan, sejumlah pedagang mengaku tak menahu, apalagi mempersoalkannya. 

Namun sejumlah pedagang mengaku pengiriman barang dari Batam ke berbagai daerah sudah hal biasa dilakukan lewat jalur tikus.

"Gak tau itu bawang apa yang dimusnahkan, kalau penangkapan dan pemusnahan hasil tangkapan dah sering itu lihat di berita. Harga bawang di Batam memang lebih murah ketimbang di daerah lain. Tak tau apa sebabnya," ungkap Rima, pedagang di Pasar Botania II. 

Tidak hanya Rima, pedagang lainnya juga turut merespons informasi pemusnahan 4 ton bawang merah oleh Karantina Kepri.

Menurut mereka, bawang tersebut seharusnya diedarkan kembali ke pasar. 

"Itu bawang kan bukan virus. Suruh saja pelakunya bayar denda, ngapain sampai bawangnya dimusnahkan," ujar pedagang lainnya. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved