Curhat Sopir Taksi Konvensional Punggur di DPRD Batam, 'Kami Cari Makan, Bukan Cari Musuh'
Sopir taksi konvensional Telaga Punggur curhat depan anggota DPRD Batam. Mereka mengungkap gesekan dengan oknum driver taksi online.
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sopir taksi konvensional di Telaga Punggur, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) curhat megnenai kondisi mereka.
Mereka merasa terintimidasi sejak adanya taksi online di Batam, khususnya yang beroperasi di Pelabuhan Telaga Punggur.
Cekcok antara taksi konvensional dan oknum taksi online di Batam seringkali tak terhindarkan.
Persoalan titik antar dan titik jemput jadi salah satu pemicu cekcok berujung bentrokan itu.
"Kalau dihitung sudah tidak terhitung lagi keributan atau gesekan bahkan baku pukul antara supir taksi konvensional dan taksi online di pelabuhan Punggur," ucap Zulkifli, perwakilan taksi konvensional saat menemui anggota Komisi III DPRD Batam, Kamis (21/8/2025).
Gesekan antara taksi konvensional dan oknum driver online di Batam yang terjadi puncaknya pada tahun 2023 lalu.
Hingga mereka membuat kesepakatan di depan Notaris untuk menentukan titik antar dan titik jemput.
"Kesepakatan bersama tersebut sempat berjalan dengan baik. Namun tidak lama, kembali lagi terjadi gesekan antara sopir konvensional dan sopir taksi online," bebernya.
Namun yang paling miris dan yang paling menyedihkan bagi para sopir taksi konvensional setiap jadi gesekan dan korbannya dari sopir taksi konvensional, mereka merasa laporan mereka lambat untuk mendapat tanggapan.
Sementara jika korbannya sopir taksi online, saat membuat laporan polisi, cepat ditanggapi.
"Kami sangat merasakan ketimpangan perlakuan hukum di Batam ini," kata Zulkifli.
Selain Zulkifli, Ketua Persatuan Sopir Taksi Konvensional Pelabuhan Punggur, Abdul Wahab mengungkap hal yang sama.
Ia menyesalkan lambatnya penanganan jika sopir taksi konvensional yang jadi korban jika terjadi gesekan dengan oknum driver taksi online.
"Ujungnya nanti didamaikan. Jadi pelaku itu tidak ditangkap dulu. Perbedaannya sangat terlihatlah," kata Abdul Wahab.
Abdul Wahab juga menyampaikan para sopir taksi konvensional di Telaga Punggur bukanlah anak muda.
Mayoritas dari mereka berumur di atas 40 tahun.
"Jadi kalau melawan, memang tidak sebanding, di samping itu selain umur dari segi jumlah kami juga terbatas. Dan selama ini kami hanya mencari nafkah bukan mencari musuh," ucapnya.
Ia berharap antara taksi konvensional dan taksi online sama-sama menghargai.
Apalagi taksi konvensional seperti mereka hanya bisa mengambil penumpang dari Pelabuhan Telaga Punggur.
Dan tidak bisa mengambil penumpang di sembarang tempat.
"Sementara taksi online mereka bisa mengambil penumpang dimana saja. Tanpa mengambil penumpang di Pelabuhan Telaga Punggur pun, mereka bisa mendapatkan penumpang," kata Abdul Wahab.
Ketua Komisi III DPRD Batam, Muhammad Rudi menampung seluruh aspirasi dari para sopir konvensional.
Dia juga mengatakan untuk RPD nanti akan memanggil pihak-pihak yang disebutkan para supir taksi konvensional.
Baik dari Pengelola pelabuhan, kepolisian dan juga pihak dari taksi online.
"Seluruh keluhan para sopir kami tampung dulu. Nanti kita laporkan kepimpinan, selanjutnya kami jadwalkan RDP," ucapnya. (TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)
| Kepala Djuwita Playgroup Batam Bantah Tudingan Wali Murid Tentang Kondisi Anaknya, Singgung CCTv |
|
|---|
| Capaian Baru 16 Persen, Dishub Batam Optimistis Kejar Target Program Kerja 2026 |
|
|---|
| Komisi III DPRD Batam Evaluasi Kinerja Dishub, Soroti Parkir Hingga Minimnya Rambu Jalan |
|
|---|
| Buruh Batam Bakal Rayakan May Day di WTB, Desak UU Ketenagakerjaan Baru |
|
|---|
| Kesaksian Kepala Djuwita Playgroup Batam saat Belasan Pria Tak Dikenal Datang Hingga Guru Trauma |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Nasib-pilu-supir-taksi.jpg)