Selasa, 12 Mei 2026

Perwakilan Grab Bandara Hang Nadim Depan Driver Online Batam Minta Maaf, Akui Ada Kekeliruan

Perwakilan Grab Bandara Hang Nadim depan sejumlah driver online Batam minta maaf. Ia mengakui ada kekeliruan hingga terjadi polemik.

Tayang:
Dok ADOB untuk TribunBatam.id
DRIVER ONLINE DI BATAM - Sejumlah driver online di Batam yang tergabung dalam Aliansi Driver Online Batam (ADOB) mendatangi area Bandara International Hang Nadim, Sabtu (23/8/2025). Aksi ini dipicu insiden sehari sebelumnya, ketika seorang dispatcher Grab Area Bandara membatalkan pesanan langsung dari ponsel penumpang, sehingga memicu keresahan driver online Batam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Rahman, perwakilan dispatcher Grab Bandara International Hang Nadim Batam meminta maaf secara terbuka kepada sejumlah driver online di Batam.

Ia mengakui adanya kekeliruan hingga sejumlah driver online di Batam mendatangi Bandara Hang Nadim untuk meminta kejelasan.

Sebagai informasi, sejumlah driver online Batam yang tergabung dalam Aliansi Driver Online Batam (ADOB) mendatangi Bandara Hang Nadim Batam pada Sabtu (23/8/2025).

Aksi mereka setelah sehari sebelumnya seorang dispatcher Grab area Bandara Hang Nadim Batam membatalkan pesanan langsung dari ponsel penumpang. 

“Kami mengakui adanya kekeliruan dan memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh rekan driver, baik roda dua maupun roda empat. Kami pastikan kejadian ini tidak terulang lagi,” ucap Rahman.

Sebagai informasi, keberadaan taksi online di kawasan Bandara Hang Nadim resmi beroperasi sejak Jumat (7/7/2023).

Meski dalam penerapannya, sejumlah sopir driver online di Batam sempat memutuskan berhenti beroperasi sementara (off bid) selama tiga sejak Senin (10/7).

Hingga kembali beroperasi sampai saat ini.

Sementara Kepala Bidang Media dan Informasi Aliansi Driver Online Batam (ADOB), Erwinsyah Baharuddin menegaskan bahwa insiden tersebut dianggap sebagai bentuk arogansi.

Menurutnya, tindakan itu melanggar dan merugikan driver.

“Wajar kalau teman-teman merasa marah dan resah,” tegas Erwin kepada wartawan di lokasi.

Menurut Erwin, sehari sebelum aksi, perwakilan ADOB sudah menemui manajemen Grab Batam untuk meminta penjelasan. 

Namun, penjelasan yang disampaikan perwakilan Grab justru semakin menimbulkan keresahan.

“Kemarin kawan-kawan sudah datang ke kantor Grab. Perwakilan mereka, saudara Riyo Ahmad, malah menyebut layanan roda dua juga ikut di-lock di area bandara. Padahal setahu kami tidak ada aturan begitu. Pernyataan itu justru bikin situasi semakin panas,” jelasnya.

Para driver yang sudah menunggu selama empat jam di Bandara Hang Nadim mengaku kecewa karena pihak Grab Batam tidak hadir, meski sudah diminta langsung oleh kepolisian setempat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved