Sejarah 1 September jadi Hari Lahir Polisi Wanita Indonesia

Sejarah ini bermula saat masa pemerintahan darurat Republik Indonesia menghadapi Agresi Militer Belanda II di Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

tribunnews batam/istimewa
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Polwan ke-68 dilaksanakan dengan kegiatan syukuran di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Kamis (1/9/2016) lalu. 

BATAM.TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Polwan ke-68 dilaksanakan dengan kegiatan syukuran di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Kamis (1/9/2016) lalu.

Perayaan tersebut dihadiri langsung Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian, Wakapolda Kepri, dan para pejabat di lingkungan Polda Kepri, pengurus Bhayangkari Kepri, para senior Polwan, para Perwira, Bintara, Tamtama, PNS Polda Kepri serta tamu undangan.

Dalam amanat Kapolri Jenderal Polisi H.M Tito Karnavian yang dibacakan Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian, menyampaikan sebagai pimpinan Polri, Kapolri mengucapkan “Dirgahayu Polisi Wanita ke - 68” kepada seluruh personel Polwan Republik Indonesia, dimanapun saudari berada dan bertugas.

"Kapolri yakin dan percaya, para Polwan akan selalu tergerak untuk menjadi Srikandi Bhayangkara yang tangguh dan mampu membawa harum nama besar Polri dalam setiap tugas pengabdian yang dibebankan kepadanya," kata dia dalam rilis yang diterima Tribun Batam, Jumat (2/9/2016).

Lanjut dia, sejarah mencatat tanggal 1 September sebagai hari lahirnya Polisi Wanita Indonesia.

Sejarah ini bermula saat masa pemerintahan darurat Republik Indonesia menghadapi Agresi Militer Belanda II di Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Saat itu, guna kebutuhan dalam rangka pemeriksaan dan penggeledahan pengungsi, maka diperlukan keberadaan Polisi Wanita.

Setelah dilakukan seleksi, terpilih 6 (enam) orang remaja putri remaja putri lulusan meer uitgebreid lager onderwijs (mulo) dan sekaligus menjadi perintis Polisi Wanita di Indonesia.

"Kisah perjuangan para wanita perintis Polwan ini, hendaknya dapat dikenang dan diketahui oleh para Generasi Polwan masa kini. Karena dengan memahaminya, maka kita akan dapat memaknai nilai – nilai perjuangan para perintis Polwan, sebagai landasan semangat dalam memberikan dedikasi dan pengabdian terbaik kepada masyarakat," tambahnya.

Sam menambahkan, tantangan tugas pelayanan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak, merupakan keniscayaan bagi eksistensi Polwan Indonesia, bahkan saat ini meluas kiprahnya pada tataran tugas Operasional lainnya, seperti Penyidik, Negosiator, Kontingen Peace Keeper Force, maupun sebagai Kasatwil / Kasatker.

Tema peringatan HUT Polwan tahun 2016 ini, yakni “Dengan Meningkatkan Soliditas, Profesional dan Revolusi Mental, Polwan siap Mengamankan Kebijakan Pemerintah".

Kapolri juga berharap para Polwan Indonesia akan selalu bersungguh – sungguh dalam bertugas, serta senantiasa meningkatkan kemampuannya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved