Masrohadi Korban Rumah Roboh di Desa Air Bini Anambas Dapat Bantuan Dari Kapolres

Masrohadi, warga Anambas yang rumahnya roboh usai diterjang angin dan gelombang laut, Rabu (27/8) malam, dapat bantuan dari Kapolres

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
Tribun/istimewa
SERAHKAN BANTUAN SOSIAL - Kapolres Kepulauan Anambas I Gusti Ngurah A.B memberikan bantuan sosial dan uang santunan kepada warga yang alami musibah rumah roboh di Dusun Desan, Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Anambas, Jumat (29/8/2025). 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Masrohadi (38), warga Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri yang rumahnya roboh imbas diterjang angin dan gelombang laut, mendapat bantuan sosial dari Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah A.B.

Musibah yang menimpa Masrohadi bersama anak dan istrinya yang tengah hamil 7 bulan itu, terjadi di Dusun Desan, Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, Anambas pada Rabu (27/8/2025) malam.

Saat kejadian, ia bersama istri dan satu anak bungsunya sedang beristirahat di dalam rumah.

Tanpa diduga, rumah mereka yang berbahan kayu dan papan itu tiba-tiba bergoyang hebat.

Tak lama kemudian, bangunan rumah pelantarnya roboh dan tenggelam ke dalam laut.

Dalam situasi panik itu, Masrohadi spontan langsung memeluk istri dan anak bungsunya yang ikut tenggelam ke dalam air laut.

Ia berusaha sekuat tenaga membopong badan istrinya yang sedang mengandung dan anaknya agar dapat bertahan di atas air.

"Awalnya rumah bergoyang. Kami panik dan saat mau bangkit dari tempat tidur sudah ambruk. Airnya sampai sedada. Yang pertama saya tolong istri dan anak. Saya berusaha mengangkat badan mereka agar tetap mengambang di air," ujar Masrohadi, Jumat (29/8/2025).

Syukurnya, musibah yang menimpa Masrohadi sekeluarga ini cepat diketahui tetangga yang rumahnya berdekatan. 

Sejumlah tetangga pun sigap dan cekat memberi pertolongan menyelamatkan Masrohadi bersama istri dan anaknya.

"Alhamdulillah, tetangga samping rumah dan lainnya yang laki-laki langsung lompat ke laut bantu evakuasi istri dan anak saya. Kalau tidak ada mereka, sudah tak tahu lagi saya jadinya," ungkapnya.

Menurutnya, sebelum insiden itu, ia memang sudah berniat untuk mengganti beberapa tiang pancang rumahnya yang sudah keropos.

Namun Masrohadi tak menyangka, di tengah angin dan gelombang yang tak begitu kencang, rumahnya keburu roboh pada Rabu malam itu.

"Saya sudah cari kayunya dan berniat mau ganti beberapa tiang yang sudah keropos. Tapi heran saya, cuaca tak hujan hanya angin dan gelombang yang pelan, langsung roboh. Ya mungkin sudah musibah tak dapat ngelak," tuturnya.

Kini untuk sementara waktu, ia dan keluarganya pun mengungsi ke Posyandu Desa Air Bini sembari rumah dinas Puskesmas Siantan Selatan yang lama dibersihkan, guna ditempati.

"Sementara ini bermalam di Posyandu dulu. Rencananya akan tinggal di rumah dinas Puskesmas lama. Sekarang sedang kami bersihkan. Kalau rumah kami juga sedang proses perbaikan ulang," terang Masrohadi.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved