Selasa, 19 Mei 2026

Emak-emak di Anambas Mengeluh, Harga Beras Hingga Bawang di Tarempa Naik

Emak-emak di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri keluhkan harga beras hingga bawang di Pasar Inpres Tarempa naik, Selasa (19/5/2026).

Tayang:
TribunBatam.id/Surya Iskandar
HARGA BAHAN POKOK DI ANAMBAS - Aktivitas di Pasar Inpres Tarempa, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (19/5/2026). Emak-emak di sana mengeluhkan harga beras hingga bawang yang naik. 

Ibu Rumah Tangga di Tarempa Keluhkan Harga Beras Naik

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Ibu rumah tangga di Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengeluh, Selasa (19/5/2026) pagi. 

Saat datang belanja di Pasar Tarempa di Kelurahan Tarempa, mereka mendapati sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga.

Beras, bawang merah, minya goreng dan jeruk nipis merupakan beberapa komoditas yang harganya lebih tinggi dari harga beberapa hari sebelumnya. 

Harga beras misalnya bahkan naik hingga Rp 15-25 ribu per karung.

"Beras mahal. Harumas naik harga. Apalagi mau masuk lebaran, pasti harganya naik lagi,"  ucap Dewi saat berbelanja di sebuah toko dalam kawasan pasar.

Tidak hanya beras, harga bawang merah juga naik. Pedagang mengakui, cuaca ekstrem yang berdampak pada penundaan jadwal labuh kapal pengangkut menjadi faktor penyebab kenaikan harga barang.

Harga bawang merah awalnya Rp 20 ribu per kilogram. Namun, karena stoknya di gudang menipis maka pedang pun berencana menaikan harga komoditas tersebut.  

"Dua hari lagi harga bawang naik," sebut Lina, seorang pemilik toko sayur. 

Perlakuan yang sama juga dilakukan pedagang terhadap jeruk nipis. Harga jeruk nipus yang selama ini Rp 15 ribu per kilogram, kini berubah menjadi Rp 18 ribu per kilogram. 

Para pedangan sempat kebingungan mematok harga untuk komoditas yang satu ini. 

Jika mereka ingin menjual dengan harga tinggi, rata-rata pelanggan mengeluh karena kenaikan harga yang sangat tinggi tersebut. 

Namun, ketika menjual dengan harga murah, mereka justru akan mengalami kerugian yang sangat besar.

"Harga jeruk nipis naik. Minyak mahal. Harga minyak yang biasanya Rp 17 per botol, kini naik menjadi Rp 18-19 ribu,”  ucap Dayu, seorang pedagang lain kepada pelanggan. (TribunBatam.id/Surya Iskandar)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved