Batu Besar Retak di Bukit Tengkorak Anambas Ancam Pengendara, BPBD Pasang Papan Peringatan
Sebuah batu berukuran besar yang berada di lereng Bukit Tengkorak Anambas diketahui retak dan berpotensi longsor. Pengendara diminta lebih waspada
ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Pengendara yang melintasi kawasan Bukit Tengkorak, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diminta meningkatkan kewaspadaan.
Sebuah batu berukuran besar yang berada di lereng bukit tersebut diketahui retak dan berpotensi longsor.
Kondisi itu menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas, karena lokasi batu berada tidak jauh dari jalan yang setiap hari dilalui masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Anambas, Rovaniyadi, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk melihat kondisi batu yang dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan.
Menurutnya, hasil pengamatan sementara menunjukkan batu tersebut masih tertanam cukup kuat di dalam tanah. Namun, bagian permukaannya sudah mengalami retakan.
"Berdasarkan hasil kajian kami, batu itu memang masih tertanam cukup kokoh, tetapi di bagian atas sudah terlihat retak," kata Rovaniyadi saat ditemui TribunBatam.id, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, posisi batu berada pada lereng dengan tingkat kemiringan sekitar 30 persen, sehingga berpotensi menimbulkan bahaya apabila terjadi pergeseran tanah.
"Kondisinya rawan karena berada di lereng. Kami khawatir suatu saat batu itu bisa menggelinding ke bawah dan membahayakan pengendara maupun rumah warga," ujarnya.
Sebagai langkah awal, BPBD telah memasang papan peringatan di sekitar lokasi agar masyarakat lebih berhati-hati saat melintas.
Peringatan tersebut dipasang mengingat ruas jalan di kawasan Bukit Tengkorak merupakan jalur penghubung yang cukup ramai digunakan warga.
Setiap hari, jalan itu menjadi akses utama masyarakat yang menuju Desa Tarempa Selatan maupun Air Bini.
"Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada ketika melintas, terutama saat cuaca hujan karena kondisi lereng bisa berubah," ucapnya.
Selain memasang peringatan, BPBD juga telah berkomunikasi dengan pemilik lahan tempat batu tersebut berada.
Pertemuan itu dilakukan untuk membahas kemungkinan penanganan batu yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
"Kami sudah bertemu dengan pemilik lahan. Pada prinsipnya mereka bersedia jika batu itu dipecahkan, hanya saja pelaksanaannya tidak bisa dilakukan sendiri," ujar Rovaniyadi.
| Bupati Anambas Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru Rp1,5 Miliar, Aneng: Mobil Lama Masih Bagus, Kok |
|
|---|
| Cegah Salah Sasaran, DPPP Anambas Tetapkan Kuota Baru Solar Subsidi, Total 98,5 Ton untuk 6 Desa |
|
|---|
| Pemkab Anambas Ajukan Gas 3 Kg untuk 10 Kecamatan, Kuota Tunggu dari Pemprov Kepri |
|
|---|
| Musim Kemarau Diperkirakan Mulai Juli, BMKG Ungkap Penyebab Hujan Masih Tinggi di Anambas |
|
|---|
| ABK Kapal Dikepung Warga Saat Mengintip dan Curi Celana Dalam Wanita, Polisi Lakukan Pengamanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/03062026Bukit-Tengkorak.jpg)