Selasa, 9 Juni 2026

Pertamina Tambah 200 KL Solar Subsidi di Anambas, Nelayan Kini Bisa Melaut Lagi

Pertamina salurkan 200 KL Biosolar subsidi ke Anambas. Pasokan kembali tersedia setelah kelangkaan dua pekan yang sempat memicu kenaikan harga ikan

Tayang:
Penulis: Ihsan Imaduddin | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam
SPBU NELAYAN - Potret SPBU Nelayan yang berlokasi di Siantan Tengah, Anambas. Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan solar subsidi di Anambas kembali tersedia usai mengirimkan 200 Kiloliter (KL) pada Sabtu (6/6/2026) lalu. 
Ringkasan Berita:
  • Pertamina Patra Niaga menyalurkan tambahan 200 KL Biosolar ke Kepulauan Anambas
  • Penambahan stok bertujuan mengatasi kelangkaan bahan bakar bagi nelayan setempat
  • Kelangkaan solar sebelumnya memicu kenaikan harga berbagai jenis ikan di pasar
  • Distribusi dilakukan melalui jalur laut dari Selat Lampa menuju Anambas

 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Pasokan Biosolar subsidi di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali tersedia. 

Pertamina Patra Niaga menyalurkan tambahan stok sebanyak 200 Kiloliter (KL) untuk mengatasi keterbatasan pasokan yang sempat terjadi dalam beberapa waktu terakhir, dan berdampak pada aktivitas nelayan serta distribusi kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, distribusi Biosolar dilakukan pada Sabtu (6/6/2026) dari Selat Lampa, Kabupaten Natuna menuju Kepulauan Anambas.

Tambahan pasokan itu bagian dari langkah penguatan suplai agar kebutuhan bahan bakar bersubsidi tetap terpenuhi di wilayah kepulauan.

"Tambahan pasokan ini merupakan upaya Pertamina untuk memastikan kebutuhan Biosolar masyarakat dan nelayan di Anambas tetap terpenuhi," kata Fahrougi, Senin (8/6/2026).

Ia menjelaskan, dengan masuknya pasokan sebanyak 200 KL tersebut, stok Biosolar di Anambas kini dalam kondisi tersedia dan siap disalurkan kepada konsumen yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertamina juga melakukan pemantauan secara intensif terhadap proses distribusi agar penyaluran dapat berjalan lancar hingga ke tingkat masyarakat.

Pengawasan dilakukan mulai dari proses pengiriman hingga penyaluran di lembaga penyalur resmi, untuk memastikan tidak terjadi hambatan di lapangan.

Fahrougi mengatakan wilayah kepulauan seperti Anambas membutuhkan perhatian khusus dalam pengelolaan distribusi energi, karena bergantung pada transportasi laut.

Pertamina berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi agar kebutuhan masyarakat, nelayan, hingga pelaku usaha dapat terus terpenuhi.

"Dengan masuknya kembali pasokan Biosolar diharapkan dapat menunjang aktivitas perikanan di Kepulauan Anambas," ujarnya.

Ketersediaan solar subsidi menjadi kebutuhan penting bagi nelayan untuk operasional kapal saat melaut mencari ikan.

Sebelumnya, nelayan di Anambas mengaku kesulitan mendapatkan solar subsidi dalam dua pekan terakhir.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas penangkapan ikan yang menurun, akibat terbatasnya bahan bakar untuk melaut.

Berkurangnya hasil tangkapan nelayan juga memengaruhi pasokan ikan di pasar, sehingga sejumlah komoditas ikan mengalami kenaikan harga.

Salah satu jenis ikan yang mengalami kenaikan harga adalah ikan manyuk atau cermin ukuran sedang. 

Saat ini ikan tersebut dijual sekitar Rp35 ribu per ekor, padahal sebelumnya masyarakat masih bisa mendapatkan tiga ekor dengan harga sekitar Rp50 ribu.

Kenaikan harga juga terjadi pada ikan tongkol hitam yang kini dijual sekitar Rp35 ribu per ekor dari sebelumnya Rp25 ribu per ekor.

Sementara ikan tongkol putih naik dari kisaran Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu per ekor.

Dengan tersedianya pasokan Biosolar subsidi, warga berharap aktivitas nelayan kembali normal, sehingga pasokan ikan meningkat dan harga di pasaran berangsur stabil. (Tribunbatam.id/Ihsan Imaduddin)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved