Minggu, 14 Juni 2026

Mesin Pompong Mati 68 Mil dari Jemaja, Yulisman Pasrah Bertahan 2 Hari Terombang-ambing di Laut

Yulisman, nelayan asal Jemaja, terombang-ambing dua hari di laut setelah mesin pompong mati. Ia selamat usai dievakuasi tim bantuan nelayan.

Tayang:
Penulis: Ihsan Imaduddin | Editor: Mairi Nandarson
TribunBatam.id/instimewa
SELAMAT - Nelayan Jemaja, Anambas, Yulisman (kiri) berhasil diselamatkan tim bantuan usai mengalami kerusakan pada mesin kapal pompong. Foto dok Afrizal untuk Tribun Batam. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Insiden tidak terduga menimpa seorang nelayan asal Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, bernama Yulisman.

Ia terombang-ambing di tengah laut selama hampir dua hari setelah mesin kapal pompong yang digunakannya tiba-tiba mengalami kerusakan saat mencari ikan.

Peristiwa itu bermula pada Rabu (10/6/2026) dini hari. Seperti aktivitas biasanya, Yulisman berangkat melaut seorang diri untuk mencari ikan di perairan sekitar Jemaja.

Saat itu kondisi laut masih dapat dilalui nelayan. Yulisman terus berpindah lokasi untuk mencari titik yang dianggap banyak ikan.

Namun nahas, ketika hendak berpindah tempat dan mesin kapal dalam keadaan hidup, mesin pompong yang digunakannya mendadak mati total.

"Waktu pindah tempat, posisi mesin hidup. Tiba-tiba mati sekitar pukul 03.00 WIB subuh," ujar Yulisman saat dikonfirmasi, Sabtu (13/6/2026).

Kerusakan mesin tersebut membuat kapal tidak dapat bergerak.

Di tengah gelapnya malam dan luasnya lautan, Yulisman hanya bisa mengikuti arus dan gelombang yang terus mendorong kapalnya menjauh.

Beruntung, aki atau sumber listrik di atas kapal masih berfungsi dengan baik.

Kondisi itu memungkinkan dirinya menggunakan radio komunikasi untuk meminta pertolongan.

"Alhamdulillah ada teman saya yang merespon panggilan radio. Saya beri tahu titik koordinatnya," kata Yulisman.

Saat mengalami kerusakan, posisi kapal berada di sekitar koordinat N 04°00,91' dan E 105°21,84'. Lokasi tersebut diperkirakan berjarak sekitar 68 mil laut dari Pulau Jemaja.

Jarak yang cukup jauh dari daratan membuat proses penyelamatan tidak bisa dilakukan secara cepat.

Terlebih saat itu kondisi cuaca di perairan sedang kurang bersahabat.

"Sambil menunggu bantuan datang, saya pasrah saja. Cuaca waktu itu sedang tidak baik-baik, gelombang hampir 2 meter," terangnya.

Selama menunggu bantuan, Yulisman bertahan di atas pompong yang tidak dapat bergerak.

Ombak yang terus menghantam badan kapal membuat situasi menjadi cukup menegangkan.

Sementara itu, informasi permintaan bantuan yang diterima melalui radio segera diteruskan kepada sejumlah nelayan di Jemaja.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved