Kamis, 30 April 2026

PEMBUNUHAN DI BINTAN

Kasus Perselingkuhan Berujung Maut, Wanita di Bintan Tewas Dibacok Suami Siri

Sari menyampaikan, sebelum kejadian pelaku Mp sempat ikut gotong royong bersama warga sekitar. 

Tayang:
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Eko Setiawan
Tribun Batam.id/ Ronnye Lodo Laleng
PEMBUNUHAN  - Kondisi rumah korban usai pembunuhan di Perumahan Grand Pesona Mutiara, Jalan Musi, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). 

TRIBUN BATAM.id, BINTAN  - Tetangga korban pembunuhan di Perumahan Grand Pesona Mutiara, Jalan Musi, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, sebut pelaku dan korban tak pernah gado.

Pasutri tersebut dikenal baik dan tak pernah berantem. 

"Selama ini mereka akur-akur saja. Tak pernah dengar adu mulut. Jika mereka berantem pasti saya dengar," kata tetangga korban, Sari, Jumat (26/9/2025).

Sari menyampaikan, sebelum kejadian pelaku Mp sempat ikut gotong royong bersama warga sekitar. 

"Pelaku dan korban sangat baik. Pelaku kerja di Sub kontraktor di PT BAI. Yang saya tahu dia jadi sopir," katanya.

Di rumah bercat hijau itu, keduanya tinggal bersama. 

Mereka sudah lama tinggal, lebih dari 2 tanun lamanya.

"Rumah itu punya pelaku. Mereka tidak kontak," katanya.

Korban dan pelaku, selama ini tinggal bersama dan belum memiliki anak.

"Pelaku sudah punya istri sebelumnya. Begitu juga dengan korban, sudah punya suami sebelumnya," ungkapnya. 

Terbaru, tadi malam, sejumlah keluarga datang ke rumah itu untuk mengambil barang-barang korban. 

Kepergian R (38) korban pembunuhan di Bintan, Kepri Rabu (24/9/2025) subuh juga
menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Keluarga tak habis pikir R meninggal dunia dengan cara tragis. 

Korban meninggal dunia atas kekejihan sang suami siri.

Keluarga korban berinisial Nu mengatakan korban selama ini dikenal baik.

"Saudara saya itu selama ini baik. Dia terakhir telpon dua hari lalu," kata Nu.

Saat telpon korban menceritakan bahwa sang suami ketahuan berselingku dengan cewek lain.

"Kala itu saya hanya bilang yang sabar ya," ujarnya. 

Selama hidup korban memang tak pernah neko - neko. Dia sangat baik dan pendiam.

"Saya beberapa bulan lalu sempat ke kontrakan mereka. Kala itu mereka baik -baik saja," katanya.

Sementara itu warga Bintan, berinisial A, mengatakan, korban selama ini kerap kali cekcok dengan pelaku. 

"Sang suami ketahuan selingkuh. Keduanya memang belum menikah sah," kata dia.

Antara korban dan pelaku sebelumnya sudah pernah memiliki istri dan suami. 

"Pas kenalan, mereka masing-masing duda dan janda. Mereka kenalan di Kepri," kata dia.

Antara pelaku dan korban berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mereka sudah beberapa tahun lalu tinggal di Bintan

"Keduanya ngekos di Bintan. Sempat beberapa kali pindah kos," lanjutnya. 

Pelaku selama ini bekerja di proyek. Dia sopir lori, kerja muat tanah untuk timbunan.

"Yang saya tahu pelaku selama ini kerja sebagai pengemudi lori di PT BAI Bintan," katanya. 

Pasangan ini sudah beberapa tahun hidup bersama mereka belum memiliki anak.

Berdasarkan informasi di lapangan, korban sudah di bawah ke kampung halaman di NTT.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria berinisial Mp (45) tega menghabisi nyawa istrinya sendiri berinisial R (38).

Peristiwa tragis ini terjadi di Perumahan Grand Pesona Mutiara, Jalan Musi, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Rabu (24/9/2025) subuh.

Informasi yang dihimpun di lapangan, aksi nekat itu dilakukan M diduga lantaran cemburu dengan sang istri. 

Pembunuhan ini berlangsung saat warga sekitar tengah tertidur lelap.

Sehingga tetangga sekitar mengaku tak mengetahui secara pasti kejadian tersebut. 

"Saya kurang tahu, kapan dan apa masalah yang dihadapi pasutri itu," sebut seorang warga sekitar yang enggan menyebutkan namanya. 

Dia menyampaikan, korban dan suaminya baru tinggal di perumahan tersebut. 

Keduanya sama -sama pekerja, namun dia tak mengetahui profesi pasangan suami istri tersebut.

Ketua RW 009, Martono menyampaikan, korban meninggal dunia di lokasi kejadian. 

Korban diketahui adalah istri dari pelaku. Mereka adalah warga baru di perumahan ini.

Sama dengan warga setempat, Martono juga tidak mengetahui secara detail kejadian tersebut.

Mulanya dia menerima informasi bahwa kejadian tragis itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. 

Korban baru saja dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans sekitar pukul 04.00 WIB.

"Tak banyak warga yang tahu, sebab saat kejadian warga sudah pada tidur," kata dia.

Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Daeng Salamun mengungkapkan korban dan suaminya sempat terlibat pertengkaran sebelum kejadian. 

Pelaku menghabisi nyawa korban dengan menyisahkan luka bacok di bagian kepala dan pergelangan tangan. 

"Kasus ini ditangani Satreskrim Polres Bintan," ujarnya. 

Kasat Reskrim Polres Bintan, Iptu Fikri Rahmadi membenarkan adanya peristiwa tersebut. 

"Pelaku sudah kita amankan di Mapolres Bintan," katanya.

Saat ini, anggota masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

Dugaan sementara pemicu perkelahian. Korban cemburu dengan istri sirinya itu.

Korban menggunakan benda tajam untuk menghabiskan korban.

"Untuk kronologi lengkapnya, saya belum bisa sampaikan, tunggu selesai pemeriksaan," ujarnya.(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved