Selasa, 28 April 2026

Viral Laga Idulfitri Cup Sei Enam Bintan Ricuh, Supporter Masuk Lapangan dan Pukul Pemain

Insiden ini viral di media sosial (medsos). Tampak dalam video sejumlah supporter masuk ke dalam lapangan.

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Istimewa
KERICUHAN DI LAPANGAN SEPAK BOLA - Kericuhan terjadi saat laga pertandingan sepak bola di ajang Idulfitri Cup Sei Enam 2026 di Lapangan Bola Sei Enam, Kelurahan Sei Enam, Kecamatan Bintan Timur, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (27/4/2026). 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Pertandingan sepak bola antara dua tim kesebelasan dalam ajang Idulfitri Cup Sei Enam 2026 di Lapangan Bola Sei Enam, Kelurahan Sei Enam, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, ricuh.

Dalam video yang beredar, terjadi baku hantam di area lapangan bola kaki.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (27/4/2026) sore dan viral di media sosial (medsos).

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pendukung tim sepak bola masuk ke dalam lapangan.

Seorang supporter berbaju hitam terlihat memukul pemain berbaju putih yang sedang dilerai dan dipegangi oleh warga lain, dan seorang pemain berbaju warna hitam.

Setelah dipisahkan, pria berbaju hitam tadi masih menendang bagian belakang pemain berbaju putih tersebut. 

Kemudian, pemain berbaju putih itu dibawa menjauh dari keramaian.

Lurah Sei Enam, Alam Syah mengatakan kericuhan terjadi saat laga pertandingan sepak bola antara Tim Rasa Saya dan Porse.

Kejadian bermula saat seorang pemain dari Tim Kesebelasan Porse tidak menerima keputusan wasit.

Wasit melihat telah terjadi pelanggaran di kotak penalti. Protes ini memicu ketegangan hingga supporter masuk ke lapangan dan terjadi pemukulan.

Namun, Alam memastikan masalah ini telah diselesaikan dengan musyawarah secara kekeluargaan.

"Alhamdulillah semalam sudah selesai. Kedua belah pihak berdamai," ujar Alam, Selasa (28/4/2026).

Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Iptu Yofi Akbar mengatakan, pihaknya telah membuka ruang mediasi melalui Bhabinkamtibmas dan mendudukkan masalah ini dengan pihak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Bintan untuk mencari penyelesaian. 

"Kedua belah pihak juga sudah sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan," kata Yofi.

Meski diselesaikan secara kekeluargaan, ia mengatakan sanksi tetap akan dijatuhkan dari PSSI.

PSSI akan menggelar rapat internal untuk memberikan sanksi yang akan dijatuhkan baik kepada pemain maupun klub sepak bolanya.

Yofi mengakui, sempat terjadi pemukulan namun tidak ada korban luka-luka.

"Tidak sampai ke ranah hukum, ditangani internal PSSI dan penyelenggara saja," ujar Yofi.

(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved