Rabu, 6 Mei 2026

Dua Nelayan Batam Pasrah 3 Jam di Laut Gegara Habis Minyak, Petugas PPLP Tanjunguban Bantu Evakuasi

Dua nelayan Batam semula sempat pasrah setelah 3 jam terombang ambing di laut gegara habis minyak. Sampai petugas PPLP Tanjunguban datang menolong.

Tayang:
Dok.PPLP Tanjung Uban untuk Tribun Batam
EVAKUASI - Petugas Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Kelas II Tanjunguban sedang mengevakuasi sampan nelayan yang kehabisan minyak di perairan Selat Riau, Senin (20/10/2025). 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Kandi (27) dan Wandi (30), dua nelayan Batam asal Pulau Cemara, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melambaikan tangan saat melihat KN 406, Senin (20/10/2025).

Setidaknya tiga jam mereka terombang-ambing di atas boat karena bahan bakar solar yang habis saat melaut.

Dua nelayan Batam itu semula hanya bisa pasrah, sampai akhirnya harapan itu datang.

Kapal patroli Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjunguban yang kebetulan melintasi perairan Selat Riau melihat mereka melambaikan tangan kepada petugas.

Melihat itu, kapal patroli kemudian segera mendekat untuk memberikan bantuan kepada nelayan tersebut.

Di sana, petugas sempat berbincang dengan nelayan itu.

Mereka menanyakan apa yang sedang dialami.

Petugas pun mendapati bahwa mereka sedang kehabisan minyak.

“Petugas melihat Keduanya angkat tangan sambil meminta pertolongan sekira pukul 14.30 WIB," ucap Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Tanjunguban, Sugeng Riyono melalui Koordinator Operasi Pangkalan PLP Tanjunguban, Alfaizul, Selasa (21/10/2025).

Petugas lalu menarik sampan nelayan tersebut menuju dermaga Subang Mas, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepri.

"Kedua nelayan itu berhasil diselamatkan dan tiba di dermaga sekira pukul 15.00 WIB,” ujarnya. 

Dia mengimbau kepada masyarakat, khususnya nelayan agar pastikan stok BBM aman sebelum melaut. 

"Kondisi kapal juga harus dicek terlebih dahulu. Langkah ini harus dilakukan agar saat melaut tak ada halangan," katanya.

Yang paling penting, jangan lupa membawa alat-alat keselamatan.

"Selalu koordinasi dengan nelayan lain, agar mengetahui kondisi dan polisi masing-masing," pesan Alfaizul. (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved