PEMBUNUHAN DI BINTAN
Wulan Kenang Momen Manis Bersama Ayah, HP Redmi C9 Jadi Barang Berharganya
Amizan, korban pembunuhan di Bintan sempat memberikan Wulan, anaknya ponsel Redmi C9 satu hari sebelum ia pergi untuk selama-lamanya.
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Septyan Mulia Rohman
Ringkasan Berita:
- Wulan, anak Amizan Bin Bujang kenang sosok ayah semasa hidup,termasuk ponsel Redmi C9 yang diberikan ayahnya satu hari sebelum ditemukan meninggal dunia.
- Amizan ditemukan meninggal dunia kondisi tak wajar di rumah eks Antam, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Jumat (7/11/2025) pagi.
- Jenazah korban pembunuhan di Bintan itu telah dimakamkan di (TPU) KM 25, Kijang, Jumat (7/11) malam.
- Polisi meringkus dua terduga pelaku dalam kasus ini.
TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Handphone Redmi C9 warna merah bagi Wulan merupakan barang paling berharga dalam hidupnya saat ini.
Seluler itu adalah kenangan paling berharga yang dimiliki Wulan dengan sang ayah.
Ponsel tersebut adalah satu-satunya barang pemberian ayahanda Amizan Bin Bujang sebelum meninggal dunia secara tak wajar di rumah eks PT Antam, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (7/11/2025) pagi.
Handphone ini diberikan ayah untuk Wulan satu hari sebelum sang ayah pergi untuk selama-lamanya.
Untuk mengetahui cerita lengkapnya, berikut wawancara eksklusif wartawan TribunBatam.id, Ronnye Lodo Laleng dengan Wulan.
Keterangan:
Tribun Batam: TB
Wulan: WL
TB: Kapan Wulan mendengar ayah ditemukan meninggal dunia di rumah eks PT Antam?
WL: Saya mendengar informasi itu dari Bibi Ana Munah pada Jumat (7/11/2025) pagi.
TB: Ketika itu Wulan sedang berada dimana?
WL: Saat itu saya sedang berada di rumah. Saya sedang beres-beres rumah.
TB: Apa ekspresi Wulan saat itu? Setelah mendengar sang ayah meninggal secara tak wajar di antara semak belukar?
WL: Saya sangat kaget, saya nangis sejadi-jadinya. Saya sempat pingsan kala itu. Saya meminta ayah untuk kembali lagi ke rumah dalam kondisi baik-baik saja.
Saya tidak habis pikir ayah pergi secepat itu, dengan cara yang tak wajar.
TB: Kapan terakhir Wulan bertemu dengan sang ayah?
WL: Saya bertemu ayah terakhir di kolam Tasyek (Taman Kolam Kijang), Rabu (5/11/2025) malam.
TB: Apa pesan terakhir yang Wulan masih ingat hingga saat ini?
WL: Waktu itu ayah hanya beri handphone Redmi C9 untuk saya. Ayah bilang Wulan pakai saja HP ini. Kalau kamu tidak ada uang, kamu jual handphone ini, nak.
TB: Selama ini apakah ayah tinggal satu rumah dengan Wulan?
WL: Iya, saya dan ayah tinggal di kontrakan Kolong Enam, Bintan. Kami tinggal dengan keluarga besar.
TB: Apa pekerjaan ayah Wulan?
WL: Ayah bekerja sebagai nelayan, kadang kerja serabut jika belum waktunya melaut dengan kondisi cuaca buruk dan kondisi lainnya.
TB: Hal apa yang Wulan ingat dari kepribadian ayah?
WL: Kenangan kami sangat banyak, satu diantaranya bapak selalu perhatian. Dia baik dan suka ajak jalan Wulan dan traktir makan Wulan dan keluarga besar.
TB: Barang apa yang diberikan ayah ke Wulan yang masih disimpan hingga saat ini?
WL: Saya hanya simpan satu handphone merek Redmi C9. Hp ini selalu saya jaga dan rawat untuk kenang-kenangan saya dengan ayah.
TB: Setelah cerai dengan ayah apakah Wulan pernah bertemu dengan ibu kandung?
WL: Saya tidak pernah ketemu dengan ibu. Saat ayah dan ibu cerai saya masih berusia 3 bulan. Saya belum tahu apa-apa tentang semuanya.
TB: Ada yang ingin Wulan harapkan atau sampaikan ke Ibu?
WL: Saya tidak pernah berharap apa-apa dengan ibu kandung saya. Sekarang saya sudah anggap bibi saya sebagai mama saya ke depan.
TB: Apakah Wulan ingin bertemu dengan ibu atau mau mencari keberadaan ibu?
WL: Sampai saat ini saya belum kepikiran untuk mencari ibu kandung saya. Sebab sejak awal saya tidak pernah melihat wajah ibu saya.
TB: Apakah Wulan masih sekolah?
WL: Saya tidak sekolah lagi. Saya putus sekolah sejak SD kelas 5, karena ekonomi. Ayah saya tidak sanggup membiayai sekolah saya waktu itu.
TB: Apa cita -cita Wulan ke depan setelah ditinggal ayah?
WL: Saya ingin bekerja halal untuk membahagiakan bibi saya yang sudah saya anggap sebagai mama kandung saya. Saya juga akan membahagiakan sanak saudara dari keluarga ayah.
TB: Saat ini Satreskrim Polres Bintan sudah menangkap dua pelaku yang diduga melakukan pembunuhan terhadap ayah. Apa yang ingin Wulan sampaikan untuk keduanya?
WL: Saya mau kedua orang itu mereka hidup selama-lamanya hidup di penjara. Kalau bisa dihukum mati saja, karena mereka dengan sengaja menghilangkan nyawa ayah saya dengan cara yang keji.
TB: Apakah Wulan pernah melihat atau mengenal kedua pelaku tersebut?
WL : Saya tidak pernah melihat atau mendengar apalagi kenal dengan kedua pelaku itu.
TB: Apa yang ingin Wulan sampaikan ke polisi setelah berhasil menangkap diduga pelaku pembunuhan ayah?
WL: Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Kapolda Kepri, Ibu Kapolres Bintan, bapak Kapolsek Bintan Timur yang telah berjuang menangkap kedua pelaku. Saya mohon bantuannya agar proses hukum untuk keadilan ayah saya berjalan baik dan lancar. (TribunBatam.id/ Ronnye Lodo Laleng)
SaksiKata
Bintan
Multiangle
TribunBreakingNews
breaking news bintan hari ini
breaking news
kasus pembunuhan di bintan
Penemuan Mayat di Bintan
Eksklusif
| Polisi Akhirnya Ringkus DPO Pembunuhan di Bintan Tewaskan Amizan, Yusril Dibekuk Usai Melaut |
|
|---|
| 5 Fakta Pembunuhan di Bintan Renggut Nyawa Amizan, Anak Korban Minta Pelaku Dihukum Mati |
|
|---|
| Peran 3 Pelaku Pembunuhan di Bintan Berakhir Pilu, Pisau Dibawa Charli Sampai Bengkok |
|
|---|
| Kronologis Pembunuhan di Bintan Berakhir Tragis, Nyawa Amizan Hilang Gegara Rp500 Ribu |
|
|---|
| Motif Pembunuhan di Bintan Hingga Renggut Nyawa Amizan, Satu Pelaku Masih DPO |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Wulan-t666.jpg)