Jumat, 15 Mei 2026

Sembako Mulai Langka, Pelaku Usaha Ngadu ke DPRD Kepri Soal Kebijakan Bea Cukai Batam

Pelaku usaha di Bintan dan Tanjungpinang keluhkan kebijakan Bea Cukai Batam yang menghambat distribusi sembako. Imbasnya sembako mulai langka

Tayang:
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Ronnye Lodo Laleng/TribunBatam.id/ronnye lodo laleng
SEMBAKO LANGKA - Sejumlah distributor bahan pokok dan pelaku jasa ekspedisi di Kabupaten Bintan dan Tanjungpinang datangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Mereka datang ke Dompak Tanjungpinang sekitar pukul 11.00 WIB, Rabu (10/12/2025). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah distributor bahan pokok dan pelaku jasa ekspedisi di Kabupaten Bintan dan Tanjungpinang, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Mereka datang ke Dompak, Tanjungpinang sekitar pukul 11.00 WIB, Rabu (10/12/2025).

Rombongan itu datang dengan tujuan ingin menyampaikan kelangkaan sejumlah bahan pokok di dua wilayah tersebut.

"Hari ini kami ingin mengadu ke Komisi II DPRD Kepri dan Pemerintah Provinsi soal kebijakan Bea dan Cukai Batam yang dinilai memberatkan dan menghambat distribusi barang," kata seorang perwakilan.

Pelaku usaha menilai, kebijakan Bea dan Cukai tersebut menjadi penyebab kurangnya stok bahan pokok di pasar Bintan dan Tanjungpinang.

Anggota Komisi II DPRD Kepri Rudy Chua menyampaikan, Bea dan Cukai menghambat semua barang dari Batam ke Pulau Bintan sejak 25 November 2025 lalu.

Bea Cukai melakukan penertiban barang-barang impor dan barang dalam negeri yang selama ini transit di Batam.

"Kondisi kelangkaan barang di Tanjungpinang-Bintan kini sudah mulai terasa. Bahkan beberapa pedagang tutup sementara, akibat minimnya barang yang masuk," kata Rudy.

Ia menyebut, bahkan saat ini harga sejumlah barang sudah mulai meningkat.

Rudy berharap kondisi ini segera teratasi, terutama barang produk dalam negeri yang dikirim ke Tanjungpinang-Bintan.

Plt Kepala Disperindag Kepri, Riki Rionaldi, menegaskan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sudah menyiapkan sejumlah solusi.

Ia menekankan kelangkaan tersebut disebabkan banyak faktor.

"Mulai dari kondisi cuaca, gangguan distribusi, hingga penegakan aturan Bea Cukai," kata Riki.

Untuk mengatasi persoalan ini, Pemprov akan meminta pemerintah pusat mengeluarkan diskresi untuk menjamin kelancaran distribusi bahan pokok di Tanjungpinang dan Bintan.

“Kami akan temui kementerian untuk membahas persoalan ini, agar kelangkaan ini tidak berkepanjangan," katanya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved