Selasa, 28 April 2026

Wisatawan Gagal Nikmati Pantai Trikora Bintan, Karung Minyak Hitam Berserakan Bikin Risih

Dampak pencemaran limbah minyak di Pantai Bintan juga dirasakan pengunjung. Mereka jadi risih dan gagal menikmati liburan yang menyenangkan

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng
MINYAK HITAM - Karung berisi minyak hitam tersebar di pesisir Pantai Trikora, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (1/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan karung berisi minyak hitam berserakan di pesisir Pantai Trikora, Bintan, hingga meresahkan wisatawan yang hendak berenang
  • Minyak hitam juga sebelumnya mencemari Mutiara Beach Resort dengan tekstur kental dan bau menyengat
  • Pelaku usaha pariwisata menilai pencemaran ini berdampak serius terhadap citra Bintan, ekonomi masyarakat, serta sektor pariwisata dan nelayan
  • DLHK Kepri menyatakan akan menangani serius pencemaran minyak hitam yang kerap terjadi


BINTAN, TRIBUNBATAM.id
- Karung berisi minyak hitam berserakan di pesisir Pantai Trikora, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Jumlahnya cukup banyak mencapai puluhan karung. Temuan ini membuat sejumlah wisatawan di Pantai Trikora resah.

Mereka jadi risih saat berenang di pantai tersebut.

"Awalnya saya mau berenang, lihat karung berisi minyak hitam berserakan, saya jadi geli mau berenang," kata Nopi, Minggu (1/2/2026).

Ia mengatakan, minyak hitam itu masih berada di dalam karung. Tidak hanya di atas pasir, ia juga melibat beberapa karung lainnya tergenag di laut. 

"Saya sempat melihat minyak hitam itu tergenang di laut," katanya.

Sebelumnya, minyak hitam juga mencemari pantai Mutiara Beach Resort. Jumlahnya lebih banyak, dan teksturnya kental hingga mengeluarkan aroma tajam.

Pemilik Mutiara Beach Resort, Marc Thalmann, menegaskan, laut merupakan aset utama pariwisata Bintan.

Selain mendukung industri pariwisata, laut juga menjadi sumber penghidupan bagi nelayan yang bergantung pada hasil laut.

“Laut adalah aset penting, bukan hanya untuk pariwisata tetapi juga bagi nelayan dan masyarakat yang menggantungkan hidup dari laut,” ungkap Marc.

Menurutnya, wisata alam memiliki peran vital dalam menarik kunjungan wisatawan ke Bintan.

Sehingga, kejadian pencemaran laut seperti limbah minyak akan memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap perkembangan pariwisata.

“Kejadian seperti ini membuat saya sangat sedih karena dampaknya besar bagi kita semua," bebernya.

Dampak pencemaran limbah minyak tidak hanya dirasakan oleh pengusaha pariwisata, melainkan juga masyarakat secara luas, termasuk karyawan resort, pemasok, kontraktor, hingga pemerintah dari sisi penerimaan pajak.

“Kalau terjadi musibah seperti ini, semua pihak terdampak. Bukan hanya pelaku usaha, tetapi juga masyarakat dan pemerintah,” katanya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved