Rabu, 29 April 2026

KRISIS AIR DI TANJUNGPINANG DAN BINTAN

Air Waduk Sei Jago Bintan Makin Menyusut, Ketinggian Air Kini Tinggal 47 Cm

Masyarakat yang berdomisili di wilayah Tanjunguban Bintan terancam krisis air bersih. Sebab ketinggian air Waduk Sei Jago Bintan tinggal 47 cm

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam.id/ Ronnye Lodo Laleng
AIR BERSIH - Kondisi waduk Waduk Sei Jago di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang alami penyusutan drastis, Senin (9/2/2026). 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Ketinggian air di Waduk Sei Jago di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) makin menyusut dan kini tinggal 47 centimeter. 

Sudah hampir dua bulan air di waduk itu terus merosot tajam.

Penyebabnya, yakni musim kemarau panjang yang terjadi di wilayah Kabupaten Bintan dan Tanjungpinang.

Masyarakat yang berdomisili di wilayah Tanjunguban pun terancam krisis air bersih.

Penurunan air itu rata-rata sekitar 2-3 centimeter per hari.

Kondisi ini berdampak signifikan terhadap pelayanan air bersih kepada pelanggan PDAM Tirta Kepri Cabang Tanjunguban.

Kepala Cabang PDAM Tirta Kepri Tanjunguban, Sugito, mengatakan penurunan debit air membuat pihaknya serba sulit.

Mereka terpaksa melakukan pengurangan jam distribusi air ke semua pelanggan.

"Kita terpaksa kurangi distribusi air atau giliran. Hal ini agar ketersediaan air tetap terjaga," ujarnya, Senin (9/2/2026).

Hingga hari ini, pendistribusian air ke wilayah Tanjunguban Kota hanya dilakukan mulai sekitar pukul 04.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Padahal sebelumnya, aliran air dapat dinikmati pelanggan selama hampir 24 jam penuh.

Pengurangan distribusi dilakukan agar sekitar 2.960 pelanggan aktif PDAM di Tanjunguban tetap dapat terlayani di tengah kondisi kritis waduk.

Selain faktor musim kemarau, penyusutan air juga diperparah oleh kebocoran pada struktur waduk.

Upaya penanganan telah dilakukan, namun belum membuahkan hasil signifikan.

“Kebocoran ini sudah lama terjadi. Kami sudah mencoba menahan aliran air agar tidak terbuang, tapi titik kebocoran justru meluas," katanya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved