KECELAKAAN DI BINTAN
SMKN 1 Seri Kuala Lobam Berduka, Helmi Tewas Kecelakaan di Bintan Utara, Sosoknya Periang
Kabar meninggalnya Muhammad Helmi siswa kelas XII SMKN 1 Seri Kuala Lobam dalam kecelakaan maut di Bintan tinggalkan duka bagi orang yang mengenalnya
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Duka dirasakan para guru dan teman sekelas, Muhammad Helmi (17) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.
Helmi meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Indunsuri, Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, atau depan Cafe Flava, Senin (6/4/2026) siang.
Kala itu, sepeda motor Honda Karisma BP 2591 BH yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan mobil Toyota Calya BP 1561 YP.
Kabar meninggalnya siswa kelas XII itu membuat banyak orang merasa kehilangan sosok ramah itu.
Tidak hanya guru dan keluarga, kepergian Helmi juga dirasakan orang-orang yang mengenalnya.
Waka Kurikulum SMKN 1 SKL, Jefri Tampubolon mengungkap rasa duka yang mendalam.
Baginya kepergian Helmi bagaikan kehilangan keluarga sendiri.
Dengan suara lembut, ia mulai menceritakan sosok Helmi yang meninggalkan kesan baik selama ini.
"Almarhum itu anak yang rajin, pintar dan riang," ujar Jefri mengenang sosok almarhum, Selasa (7/4/2026).
Keluarga besar SMKN 1 Seri Kuala Lobam sangat kehilangan sosoknya.
Helmi termasuk siswa andalan sekolah di Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
Ia dinilai terampil, dan punya niat belajar yang tinggi.
"Kami bangga, saat Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT Singatac, dia sangat diandalkan," kata Jefri.
Ia menyebut, almarhum sempat PKL di perusahaan itu selama enam bulan. Lalu lanjut tiga bulan di PT Taketama Lobam, Bintan.
Senin (6/4/2026) kemarin merupakan hari pertama korban dan rekannya yang lain masuk sekolah lagi setelah PKL di perusahaan.
Setelah magang, mereka kembali ke sekolah untuk melanjutkan program persiapan uji kompetensi keahlian yang akan dilaksanakan pada Senin (13/4/ 2026) mendatang.
Kenangan Terakhir
Sebelum kejadian, ada hal yang tidak biasa almarhum lakukan. Sejak pagi hari setelah masuk sekolah, dia cukup riang.
Almarhum sempat menyalami satu per satu teman sekelasnya.
"Dia juga sempat bercanda gurau dengan guru. Itu yang membuat kami terkenang sekaligus momen terakhir kami bersama almarhum," katanya.
Kecelakaan yang merenggut nyawa Helmi menjadi pengalaman berharga bagi keluarga besar SMKN 1 SKL.
Pihak sekolah terus mengimbau pelajar agar menaati aturan lalu lintas.
"Memakai helm dan harus disiplin. Kami tak henti-hentinya mengingatkan kepada siswa-siswi agar selalu berhati-hati selama berkendara," ujar Jefri.
Meninggal di TKP
Kecelakaan yang menimpa korban sempat membuat heboh warga setempat dan pengendara lain yang melintas di lokasi.
Mereka mengabadikan detik-detik kecelakaan dan menyebarluaskan ke media sosial hingga viral.
Kasi Humas Polres Bintan AKP Bako mengatakan, petugas kepolisian dari Satlantas Polres Bintan telah turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Pengendara sepeda motor berinisial Mh meninggal dunia. Sementara pengemudi mobil berinisial Ws selamat," kata Bako, Selasa (7/4/2026).
Ia melanjutkan, korban mengalami luka robek di bagian kaki sebelah kanan, luka memar di bagian dada, luka robek di bagian mulut, luka menonjol di bagian Leher.
Sebelum kejadian, mobil Toyota Calya berjalan dari arah Tanjunguban menuju ke arah Tanjungpinang.
Setibanya di TKP dengan kondisi jalan menikung ke kanan dan menurun, datang dari arah berlawanan sepeda motor Honda Karisma yang dikendarai korban Mh.
"Korban kala itu berboncengan dengan Dds," ujarnya.
Sepeda motor tiba-tiba bergerak mendahului kendaraan yang ada di depannya dan memasuki lajur kendaraan mobil Calya yang dikemudikan Ws.
Jarak yang begitu dekat membuat tabrakan tidak dapat terhindarkan lagi.
Motor itu menabrak bemper depan mobil. Akibatnya, pengendara dan penumpang alami luka-luka dan dibawa ke RSJKO Engku Haji Daud Tanjunguban.
"Di sana tim medis mengatakan pengendara sepeda motor meninggal dunia, sementara penumpangnya alami luka ringan," kata Bako.
Saat kejadian, kondisi cuaca cerah, jalan beraspal, menikung dan menurun, permukaan jalan kering dan arus lalu lintas sedang dan lancar.
"Kasus ini ditangani Satlantas Polres Bintan," ungkap Bako. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)
| Tak Ada Firasat, Suami Korban Kecelakaan Maut di Bintan Kenang Momen Terakhir Bersama Istri |
|
|---|
| Saksi Dengar Teriakan dan Suara Gubrak Sebelum IRT Tewas dalam Kecelakaan di Bintan |
|
|---|
| Saam Masih Tak Percaya Istrinya Tewas Kecelakaan di Bintan: Pagi Tadi Saya Sempat Dibuatkan Sarapan |
|
|---|
| Kecelakaan Maut di Bintan, Jas Hujan Nyangkut di Gir Motor, Wanita Ini Tewas Usai Terhempas di Aspal |
|
|---|
| Korban Kecelakaan di Bintan Dirujuk ke Rumkital Tanjungpinang, Ghozeli Alami Patah Rahang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Foto-Helmi-Semasa-Hidup-6888.jpg)