Bintan Terkini
Penyebab Perundungan di SMKN 1 Bintan Terungkap, Korban Dianiaya Karena Lambat Kumpulkan Tugas
Karena keterlambatan tersebut, pelaku merasa terbebani dan merasa nilai kelompok mereka akan jelek.
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Penyebab kasus bullying di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, terungkap.
Wakil Kepala Kesiswaan SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam, Doni Siswanto, menyampaikan insiden memilukan tersebut dipicu masalah sepele.
Korban dinilai terlambat atau sering menunda-nunda dalam mengumpulkan tugas sekolah.
"Di sekolah ini kami terapkan jiwa korsa. Satu siswa belum kumpul yang lain kena dampaknya," kata Doni, Selasa (28/4/2026).
Motif ini sangat mengejutkan karena masalah akademik yang seharusnya diselesaikan dengan cara edukatif, justru berakhir menjadi aksi kekerasan fisik dan verbal, hingga viral di media sosial (medsos).
"Setelah kami dalami, pemicu utamanya adalah masalah tugas. Pelaku merasa kesal karena korban dinilai sering terlambat, lambat, atau tidak segera mengumpulkan tugas yang diberikan dalam kelompok," lanjutnya.
Korban merupakan bagian dari kelompok belajar atau tugas bersama pelaku.
Karena keterlambatan tersebut, pelaku merasa terbebani dan merasa nilai kelompok mereka akan jelek.
Alih-alih mengingatkan dengan baik atau melaporkan kepada guru, mereka justru memilih jalan kekerasan.
Dia menjelaskan, setelah viral, upaya damai dugaan kasus bullying sempat dilakukan namun gagal.
Pasalnya, orangtua korban menolak kesepakatan damai hasil mediasi di kantor polisi karena mengaku dihipnotis saat menandatangani surat kesepakatan bersama itu.
Kasus ini diketahui pihak sekolah setelah menerima laporan senat sekolah, pada Rabu (22/4/2026).
"Kita tahunya video tersebut dari senat yang menerimanya dari handphone korban," kata Doni, pada Selasa (28/4/2026).
Begitu video beredar, ia langsung meminta wali kelas mengecek kebenaran dan mengkonfirmasi ke siswa termasuk terduga pelaku dan korban.
Pihak sekolah lalu menyurati kedua orangtua siswa untuk mediasi melalui pertemuan yang dijadwalkan, pada Jumat (24/4/2026).
"Tapi orangtua korban pada hari Jumat itu tidak bisa datang," aku Doni.
Kala itu, hanya orangtua terduga pelaku yang hadir dan menyatakan siap menerima konsekuensi atas perbuatan anaknya.
| Viral Video Perundungan Pelajar SMK di Bintan, Sekolah Seolah Menutupi, Keluarga Korban Kecewa |
|
|---|
| Denpom Lanal Bintan dan Satlantas Polres Bintan Amankan Puluhan Sepeda Motor Pakai Knalpot Brong |
|
|---|
| Koperasi Merah Putih Kelurahan Kijang Kota Bintan Tutup Sementara Sembari Menunggu Regulasi |
|
|---|
| Lepas 44 Jemaah Calon Haji, Bupati Roby: Khusyuk Beribadah, Selamat Pergi dan Selamat Kembali |
|
|---|
| Polisi Selidiki Dugaan Pencurian Besi PT BAI Bintan, 37 Saksi Dimintai Keterangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Waka-Kesiswaan-SMKN-1Seri-Kuala-Lobam-Bintan-7999.jpg)