DISKOMINFO NATUNA
Usia Bukan Penghalang, 95 Lansia di Natuna Ikuti Wisuda Sekolah Lansia
Puluhan lansia di Natuna diwisuda setelah mengikuti program Sekolah Lansia yang digagas Kemendukbangga, Selasa (30/12/2025).
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Pendidikan tak mengenal batas usia. Semangat itulah yang terpancar dari wajah 95 warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang diwisuda setelah menuntaskan pendidikan di Sekolah Lansia, Selasa (30/12/2025).
Program yang digagas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) atau BKKBN, melalui Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) ini menjadi bukti nyata, usia senja bukan penghalang untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
Prosesi wisuda berlangsung meriah di Rumah Makan Sisi Basisir, sekaligus dibuka secara resmi oleh Bupati Natuna, Cen Sui Lan.
Cen mengapresiasi semangat para peserta yang tetap antusias menimba ilmu meski telah berusia di atas 60 tahun.
“Keberhasilan ini menjadi panutan bagi kita semua. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Para lansia telah membuktikan bahwa semangat dan kemauan untuk berkembang tidak pernah mengenal usia,” ujar Cen.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Lansia bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga energi positif serta inspirasi bagi masyarakat luas, termasuk pemerintah daerah, dalam melanjutkan pembangunan di Kabupaten Natuna.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Natuna sangat mendukung program-program positif yang mendorong lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
“Kami berharap melalui sekolah lansia ini, para peserta bisa lebih produktif, mandiri secara ekonomi, dan terus menjadi teladan bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Natuna, Sri Riawati menyampaikan, bahwa 95 peserta wisuda berasal dari tiga kelompok Sekolah Lansia di empat desa.
Rinciannya, Sekolah Lansia Permata Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah, sebanyak 34 orang, Sekolah Lansia Gunung Hiu Desa Ceruk, Kecamatan Bunguran Timur Laut, sebanyak 30 orang, serta Sekolah Lansia Mutiara Senja Desa Batubi Jaya, Kecamatan Bunguran Batubi, sebanyak 31 orang.
Selama mengikuti program, para lansia mendapatkan berbagai materi pembelajaran, mulai dari kesehatan, sosial kemasyarakatan, hingga pertanian.
Materi tersebut dirancang agar dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
“Sekolah lansia ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat secara fisik, sosial, dan mental, sehingga mampu hidup mandiri, aktif, dan produktif,” ujar Sri.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh DP3AP2KB Kabupaten Natuna dengan dukungan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik.
Program Sekolah Lansia sendiri merupakan bagian dari upaya mewujudkan Lansia Tangguh, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009, dengan konsep pendidikan sepanjang hayat atau long life education.
"Ke depan, kami berharap program Sekolah Lansia dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak peserta di seluruh wilayah Natuna," katanya. (Tribunbatam.id/birrifikrudin)
| Gedung Permanen Sekolah Rakyat di Natuna Akan Dibangun Maret 2026 di Lahan Seluas 11,38 Ha |
|
|---|
| Musorkab Jadi Titik Awal KONI Natuna, Wabup Jarmin Dorong Lompatan Prestasi Olahraga 2026-2030 |
|
|---|
| Libatkan BPKP, Pemkab Natuna Kawal Program Sekolah Rakyat 2026 Agar Tepat Sasaran |
|
|---|
| Bupati Cen Paparkan Arah Pembangunan di Musrenbang Natuna 2026, Target Tekan Kemiskinan |
|
|---|
| Soroti Kedisiplinan ASN, Pemkab Natuna Akan Terapkan Absensi Wajah Gantikan Fingerprint |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/SEKOLAH-LANSIA-DI-NATUNA.jpg)