Selasa, 28 April 2026

Bupati Aneng Ingatkan Warga Anambas Belajar dari Insiden Laut KM Pelangi 15

Cuaca ekstrem akibat perubahan iklim menghantui kawasan Kepri menjadi perhatian pemerintah daerah

Istimewa
Dok Pemkab Kepulauan Anambas KUNJUNGI AWAK KAPAL - Bupati Kepulauan Anambas mengunjungi awak kapal KM Pelangi 15 yang sempat hilang kontak namun akhirnya ditemukan selamat, Rabu (10/12/2025). 

TRIBUNBATAM.id,ANAMBAS - Cuaca ekstrem akibat perubahan iklim menghantui kawasan Kepri menjadi perhatian pemerintah daerah beberapa hari terakhir. Ancaman banjir rob dan gelombang tinggi menjadi ancaman nyata belakangan ini. Imbauan dan sosialisasi langsung kepada masyarakat sudah disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas selama ini. Namun ironisnya, masih ada juga masyarakat yang tidak mengindahkan peringatan tersebut.

Hal tersebut misalnya terjadi pada empat awak kapal KM Pelangi 15. Akibat tidak mendengar imbauan pemerintah, mereka akhirnya mengalami musibah laut. Mereka sempat hilang kontak ketika berlayar dalam cuaca buruk meskipun akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.

Aksi masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan pemerintah ini mendapat sorotan dari Bupati Kepulauan Anambas, Aneng. Dia sempat menginggung soal aksi nekat awak kapal berlayar meskipun sudah diperingati Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca buruk.

“BMKG sudah mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca buru. Tolong peringatan itu harus diperhatikan secara serius agar tidak terjadi musibah di laut,” pesan Bupati Aneng kepada awak media di Pelabuhan Sri Siantan, Tarempa, Rabu (10/12/2025) siang.

Bupati Aneng kemudian mengingatkan seluruh masyarakat khususnya mereka yang berkativitas di laut untuk mengikuti peringatan cuaca. Insiden yang terjadi pada KM Pelangi 15 seharusnya menjadi pelajaran penting bagi masyarakat yang beraktivitas di laut dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati Aneng mengaku turut bersedih mendengar insiden yang dialami oleh para awak KM Pelangi 15. Dia mengharapkan aksi nekat berlayar di tengah peringatan cuaca buruk tidak terulang kembali.

“Seluruh masyarakat yang beraktivitas di laut, nakhoda, agen kapal dan penumpang harus mengutamakan keselamatan. Perhatikan prakiraan cuaca dan cek kondisi kapal sebelum berlayar agar tidak terjadi musibah di laut,” pesan Bupati Kepulauan Anambas itu. 

Keempat awak kapal KM Pelangi 15 yang sempat hilang kontak itu adalah Syaiful Anwar (54) asal Tanjungpinang Timur. Abidin (43) asal Tanjungunggat, Tanjungpinang. Sarip (38) asal Pulau Nyamuk, Siantan Timur dan Juraimi (46) asal Pulau Nyamuk, Siantan Timur. (*)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved