Sekda Sahtiar Pastikan Pemkab Anambas Siap Hadapi Potensi Inflasi
Akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026 menjadi momentum yang berpotensi memicu inflasi barang-barang kebutuhan masyarakat.
Penulis: Renhard Patrecia Sibagariang | Editor: Mairi Nandarson
TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026 menjadi momentum yang berpotensi memicu inflasi barang-barang kebutuhan masyarakat.
Potensi inflasi tersebut sudah langsung diantisipasi oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas.
Langkah antisipasi itu ditempuh dengan menggelar rapat koordinasi untuk menghadapi potensi peningkatan inflasi jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) serta Kesiapsiagaan Penanganan Potensi Bencana di Musim Utara.
Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar; Kabag Ekonomi dan SDA Setda Kabupaten Kepulauan Anambas, Yohanes Maria Vianey Sawu.
Dalam kesempatan itu, Sahtiar menegaskan, rapat tersebut merupakan bagian dari agenda High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Pengendalian Bencana Daerah beserta Forkompimda Kepulauan Anambas. Tujuan utamanya adalah memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Kita berupaya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun,” ungkap Sahtiar kepada awak media, beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mengikuti rekomendasi pemerintah pusat mengenai penguatan sinergi TPID di daerah.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta untuk mengantisipasi potensi bencana daerah yang biasanya ditandai dengan meningkatnya kecepatan angin, meningkatnya level pasang surut air serta ombak di seputaran perairan Kepulauan Anambas yang normalnya terjadi selama September – Januari.
“Rapat ini menjadi persiapan kita menghadapi potensi inflasi yang biasanya terjadi pada akhir tahun dan awal tahun."
"Ketika kita sudah mempunya persiapan maka kita akan lebih mudah mengambil solusi untuk mengatasi potensi inflasi itu,” tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas itu.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau pada 1 Desember 2025 merilis nilai Perkembangan Inflasi Daerah Kepri berada di angka Month to Month sebesar 0,71 persen, Year to Date 2,27 persen Year on Year sebesar 2,72 persen.
Angka Year on Year sebenarnya berada dalam angka yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebesar 2,5 persen (+/- 1).
Sedangkan data flutuatif perkembangan harga 17 Komoditi Bahan Kebutuhan Pokok di Kepulauan Anambas menunjukan penurunan harga sebesar -1,37 persen dari bulan Januari ke akhir November 2025 (Year to Date).
Sedangkan Fluktuasi harga Bapok pada akhir November terhadap bulan Oktober (Month to Month) bergerak diangka 1,50 persen secara tahunan (Year on Year) sebesar 2.00 persen.
Angka Flutuasi Bapok ini berada di dalam target pengendalian inflasi yang dipatok sebesar 1,5 persen (+/- 0,5 persen ) sesuai dengan Road Map TPID Kepulauan Anambas 2025-2027.
Pemkab Anambas
Sekda Anambas Sahtiar
Sahtiar
Tim Pengendalian Bencana Daerah
Pasar Tim Pengendalian Inflasi Daerah
| Idulfitri 1447 H di Anambas, Ketua TP PKK Sinta Aneng Silaturahmi dengan Warga Palmatak |
|
|---|
| Surat Edaran Pemkab Anambas Viral, Sebut Belum Bisa Bayar THR ASN Sebelum Idulfitri 1447 H |
|
|---|
| Safari Ramadan Pemkab Anambas, Bupati Aneng Gandeng Baznas dan Perusahaan Bantu Warga |
|
|---|
| Imam Masjid dan Guru Ngaji Masjid Jami Al-Hijrah Anambas Dapat Bantuan saat Safari Ramadan |
|
|---|
| Penipuan di Anambas Catut Nama 4 Pejabat Terjadi Sehari Setelah Pelantikan, Pemkab Kasih Warning |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/BERITA-42.jpg)