Senin, 20 April 2026

Harga Cabai di Karimun Tembus Rp130 Ribu per Kilo, Bawang Merah Langka Jelang Nataru

Harga aneka cabai di Karimun tembus ratusan ribu per kilonya, sementara bawang merah mulai langka jelang Natal dan Tahun Baru

Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Dewi Haryati
Fairoz Zamani/TribunBatam.id/Fairoz Zamani
PASAR PUAN MAIMUN - Harga cabai di Pasar Puan Maimun melonjak, beberapa jenis bumbu dapur seperti bawang juga mulai langka jelang Natal dan Tahun Baru. Foto diambil Kamis (4/12/2025). 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, harga sembako di Pasar Puan Maimun Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) naik drastis.

Kenaikan ini terjadi pada berbagai jenis cabai. Kini harga cabai di pasaran mencapai ratusan ribu rupiah per kilogram.

Seperti harga cabai rawit tembus Rp120.000, cabai merah Rp100.000 dan cabai setan Rp130.000 per kilogramnya. 

Joshua, seorang pedagang bahan pokok di pasar tersebut mengatakan, harga cabai kembali naik setelah mengalami penurunan harga dalam beberapa hari belakangan ini. 

"Kemaren cabai merah sempat Rp70 ribu sekilo, sekarang sudah Rp100 ribu sekilo. Begitu pun cabai rawit naiknya 2 kali lipat," ujarnya kepada TribunBatam.id, Kamis (4/12/2025).

Selain cabai yang naik harga, ada beberapa bahan pokok lainnya yang mulai langka seperti bawang merah dan wortel. 

Kondisi ini dinilai akan ikut mempengaruhi harga di pasar. 

"Bawang merah sama wortel ini pasokan kita dari Batam biasanya. Kalau sudah langka seperti ini bisa naik harganya," ujarnya.

Jika bawang merah biasanya Rp15 ribu per kilo, sekarang bisa Rp30 ribu hingga Rp35 ribu sekilo. Begitu juga wortel, biasa harganya Rp15 ribu sekilo, sekarang bisa Rp30 ribu.

Senada disampaikan pedagang sayur lainnya Angga. Ia mengatakan kenaikan harga saat ini terjadi pada cabai merah dan cabai rawit. 

"Cabai merah Rp95 ribu sekilo, kalau cabai rawit Rp120 ribu per kilonya," kata Angga. 

Menurutnya, kenaikan harga cabai ini karena faktor banjir di daerah Sumatera, sehingga biaya transportasinya menjadi lebih tinggi.

Ia menambahkan, dengan adanya kejadian di beberapa wilayah Sumatera, pemasokan barang tetap berjalan, namun ada perbedaan di harga. 

"Cabai ini berasal dari Padang dan Medan, kalau pengiriman tetap berjalan dari daerah sana tapi harga lebih mahal," ujarnya. 

Angga menuturkan, di kios dagangannya bawang merah juga mengalami kelangkaan dan mahal.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved