Selasa, 14 April 2026

Mesin Kapal Rusak, 2 Nelayan Karimun Hanyut ke Perairan Malaysia Diselamatkan SAR Gabungan

Tim Sar Gabungan berhasil menyelamatkan dua nelayan Karimun yang hanyut hingga perairan Malaysia. Keduanya dalam kondisi stabil

Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Dewi Haryati
Dokumentasi SAR TBK/Fairoz Zamani
NELAYAN HANYUT DI KARIMUN - Tim penyelamat melakukan evakuasi dan menjemput dua nelayan Karimun yang hanyut ke perairan Malaysia pada Minggu (12/4/2026) sore 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang melalui Pos SAR Tanjung Balai Karimun berhasil menyelamatkan dua nelayan yang hanyut ke perairan Malaysia pada Minggu (12/4/2026). 

Kedua nelayan tersebut merupakan warga Karimun yang tinggal di Kecamatan Meral. Yakni Supianto (tekong), warga Sungai Pasir, dan Zulkifli (ABK), warga Desa Pangke.

Berdasarkan informasi, kedua nelayan tersebut berangkat pada pukul 20.00 WIB, Sabtu (11/4/2026). Pada pukul 01.00 WIB Minggu (12/4/2026), kapal mengalami kerusakan pada mesin.

Cuaca tak bersahabat dan hujan dini hari itu, makin memperburuk situasi hingga kapal akhirnya hanyut ke perairan Kukup, Malaysia

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, membenarkan adanya laporan terkait peristiwa itu.

Pihaknya segera melakukan koordinasi intensif melalui Precom dan Excom dengan Polair Karimun serta MRCC Johor Malaysia

“Setelah menerima laporan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, tim penyelamat langsung bertolak menggunakan speedboat Polair menuju lokasi kejadian,” kata Fazzli, Senin (13/4/2026). 

Ia menambahkan berkat diplomasi yang efektif antarnegara, tim berhasil merapat ke posisi korban di perairan Malaysia dan segera melakukan proses evakuasi. 

“Dalam proses pemindahan korban dari perairan Kukup Malaysia menuju Indonesia berjalan lancar,” ujarnya. 

Tim penyelamat tiba di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun sekitar pukul 20.15 WIB, Minggu malam.

Setelah itu kedua korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi stabil. 

Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup setelah kedua korban diserahkan ke pihak keluarga. Seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing dengan apresiasi atas keberhasilan misi kemanusiaan tersebut.

Sebelumnya, kapal yang ditumpangi kedua nelayan itu mengalami kerusakan mesin (jammed) saat melaut di perairan Tokong Hiu sejak Sabtu malam.

Kondisi cuaca buruk dan hujan deras, menyebabkan kapal kehilangan kendali hingga terseret arus sejauh 20,73 mil laut ke wilayah Kukup, Malaysia. (TribunBatam.id/Fairozzamani

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved