Karimun Terkini
Cerita Tragis Nelayan Karimun yang Sempat Hanyut, Terombang Ambing Sampai Malaysia
Wawancara Eksklusif Wartawan TribunBatam di Karimun terhadap Nelayan yang hanyut hingga masuk ke perairan Malaysia hingga di jemput pihak Indonesia
Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Supianto (44) Nelayan yang hanyut hingga masuk ke Perairan Malaysia saat memasang rawai pada Minggu (12/4/2026) dini hari menceritakan pengalaman saat hanyut, Selasa (14/4/2026).
Warga Sungai Pasir Kabupatem Karimun itu sempat hanyut kurang lebih 24 jam semenjak mesin kapalnya rusak hingga ditemukan.
Supianto berhasil dievakuasi tim penyelamat Tanjung Balai Karimun yang terdiri dari Tim Kansar Rescue TPI, Polair Karimun, Mrcc Johor (Malaysia) dan Masyarakat setempat.
Bagaimana Kronologi kejadian Supianto terombang ambing hingga ke Perairan malaysia sehingga bisa di temukan selamat dan dibawa pulang. Berikut adalah Obrolan Wartawan TribunBatam di Kabupaten Karimun saat mengunjungi Supianto di kediamannya.
Berikut petikan wawancara eksklusifnya untuk anda :
Keterangan
TB : Tribun Batam
S : Supianto
TB : Assalamulaikum pak selamat pagi pak, boleh dijelaskan pak kronologi awal sampai hanyut ke Perairan Malaysia?
S : Saya petang (Sabtu, 11/4/2026) itu berangkat dari sini sekitar jam 15.00 WIB pergi menyampak rawai, Sampai dilokasi itu baru bentangkan rawai sekitar 100 lebih mata aja, terus tidak lama mesin saya itu staternya tu tak bisa hidup lagi, jadi kami cuma nyampak rawai 100 mate dan berlabuh.
waktu saya berlabuh itu saya taruk (turunin) jangkar gitu, cuman tali jangkar saya tak begitu besar dan mungkin sudah lapuk, jadi waktu saya berlabuh itu saya lagi perbaikin mesin tali jangkar saya putus, terus sesudah putus itu lah yang buat saya hanyut sampai malaysia itu.
Kapal motor ni ada jangkar lain tapi kecil jadi kalau kena agak agak sangkut gitu jangkarnya jadi lurus, dia tak begitu kuat. Tapi kalau untuk berlabuh - labuh dengan arus biasa itu boleh lah gitu
TB : Baik pak kalau untuk kondisi cuaca pada saat kejadian itu bagaimana pak ?
S : Kalau untuk cuaca sebelah pagi subuh (Minggu, 12/4/2026), anginnya kuat gelombang barat itukan. Nah waktu malam itu saya ikut arus aja, gelombang pun biasa biasa aja, yang pagi tu aja saye baru masuk kedalam wilayah Malaysia tu. Sebelumnya saya masih terombang ambing di lane - lane kapal tu aja. Kalau dah masuk kedalam (Perairan malaysia) mau tak mau jaringan handphone pun dah tak ada lagi.
Saya pun dah sempat hubungi waktu rusak dah telepon adek saya kan minta tolong, mungkin pada saat pertama dia belum sadar dan pagi dia baru tau.
| CFD Karimun Terus Berbenah, Kini Semakin Tertata dan Menarik, UMKM dan Komunitas Terus Berdatangan |
|
|---|
| Tak Peduli Hujan Lebat, Pemkab Karimun Tetap Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila |
|
|---|
| Bupati Karimun Wacanakan Sertifikat TPQ Jadi Dokumen Pendamping Masuk SMP dan MTs |
|
|---|
| Bupati Karimun Minta BUMD Harus Beri Dampak Nyata ke Masyarakat, Serap 108 Tenaga Kerja Lokal |
|
|---|
| Liza Bharlyantie Hilsya Resmi Dilantik Bupati Karimun Sebagai Dirut PT Pelabuhan Karimun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Keterangan-nelayan-yang-selamat-dikarimun.jpg)