Jumat, 1 Mei 2026

Hari Pertama Pembayaran Pass Non Tunai di Pelabuhan Karimun, Penumpang Menumpuk

Penerapan pass pelabuhan non tunai di Pelabuhan Karimun mulai berlaku hari ini Jumat (1/5). Sempat terjadi penumpukan calon penumpang di lapangan

Tayang:
Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Dewi Haryati
Fairoz Zamani/TribunBatam.id/Fairoz Zamani
PASS NON TUNAI DI KARIMUN - Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun hadir saat penerapan hari pertama pembelian boarding pass secara non tunai (Cashless) di Pelabuhan Karimun, pada Jumat (1/5/2026) pagi 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Penerapan Pass Cashless atau pembayaran pas pelabuhan non tunai di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun mulai berlaku hari ini, Jumat (1/5/2026). 

Pass Cashless diterapkan secara resmi saat keberangkatan kapal pertama pada pukul 07.30 WIB di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun

Pada hari pertama penerapannya, Bupati dan Wakil Bupati Karimun serta Ketua DPRD Karimun meninjau kondisi di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun

Berdasarkan pantauan wartawan TribunBatam.id di lokasi, sempat terjadi penumpukan calon penumpang di tempat pembelian boarding pass.

Melihat kondisi calon penumpang yang menumpuk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun merespons cepat dengan mempersilakan 100 calon penumpang masuk tanpa perlu membayar dan akan dibayar oleh Pemkab Karimun.

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah mengungkapkan pada peluncuran hari pertama telah diberikan pass cashless gratis kepada 200 penumpang sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat.

"Pada hari ini kita telah melakukan penerapan ini dan dibagikan secara gratis 200 kartu yang terdiri dari 100 dari BRI dan 100 BNI, dan saldo awal Rp10.000," ujar Iskandarsyah.

GM Pelindo Regional I Tanjungbalai Karimun, Joni Utama, mengungkapkan dengan ada penerapan ini, menunjukkan Tanjung Balai Karimun selangkah lebih maju dari daerah lain, dan menunjukan sudah siap secara digitalisasi.

"Dan untuk masyarakat yang belum bisa menggunakan secara non tunai akan dipandu oleh teman kita BUP yang akan membantu di lapangan," ujar Joni.

Sementara itu, Direktur Keuangan BUP Karimun, Liza Bharlyantie, menjelaskan setelah peluncuran di hari pertama, pihaknya akan melakukan evaluasi dalam tiga hari ke depan, seperti berupa barcode QRIS di titik-titik pembayaran, sehingga tidak terjadi penumpukan.

"Karena ini hari pertama tadi terjadi penumpukan dan kami akan evaluasi nanti. Kami di internal juga ada grup nanti akan saling berkoordinasi berdasarkan temuan di lapangan. Kami berharap masyarakat bisa menyesuaikan diri secara perlahan," tutur Liza. (TribunBatam.id/Fairozzamani)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved