Sabtu, 2 Mei 2026

Hardiknas 2026, Bupati Iskandarsyah Komitmen Tingkatkan Kualitas SDM di Karimun

Pemkab Karimun memaknai peringatan Hardiknas 2026 dengan semangat evaluasi serta transpormasi terhadap sistem pendidikan daerah

Tayang:
Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Dewi Haryati
dokumentasi Diskominfo karimun
HARDIKNAS KARIMUN 2026 - Bupati Karimun Iskandarsyah pimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 di SMA Swasta Cahaya Meral, Sabtu (2/5/2026) 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Bupati Karimun Iskandarsyah pimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta Cahaya Meral pada Sabtu (2/5/2026). 

Hardiknas tahun ini dimaknai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun dengan semangat evaluasi serta transpormasi terhadap sistem pendidikan daerah. 

Pada kegiatan itu, Bupati Iskandarsyah menyampaikan visi strategis untuk menjadikan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai investasi masa depan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. 

Orang nomor satu di Pemkab Karimun itu dalam pidatonya juga menyampaikan amanat dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Mukti.

Disampaikan, pendidikan tidak hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter yang berlandaskan ketaqwaan dan tanggung jawab.

“Dalam lima tahun ke depan, perencanaan kami adalah meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Karimun agar mampu bersaing dengan Batam, Tanjungpinang, dan Bintan,” ucap Iskandarsyah

Ia mengatakan, Pemkab Karimun menggarisbawahi tiga dasar pokok utama untuk peningkatan kualitas yakni, kualitas guru sebagai ujung tombak pengajaran, sarana prasarana yang memadai, dan kualitas murid yang cerdas, sehat dan berakhlak mulia. 

Iskandarsyah juga menyampaikan bukti komitmen Pemkab dengan mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 27 persen dari APBD 2026, melampaui mandat undang-undang sebesar 20 persen. 

“Anggaran-anggaran ini mencakup belanja pegawai seperti gaji dan tunjangan guru, biaya operasional, hingga pembangunan infrastruktur pendidikan,” tuturnya. 

Bupati juga menegaskan kebijakan "Tidak Boleh Ada Anak Putus Sekolah Karena Biaya". 

Sementara itu terkait kendala keterbatasan ruang kelas yang menyebabkan beberapa sekolah dasar harus menerapkan sistem tiga shift, Pemkab Karimun berkomitmen untuk terus mengevaluasi data Dapodik secara transparan guna merancang pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) atau sekolah baru yang proporsional.

Menanggapi dinamika kurikulum, Pemkab Karimun menyerap masukan dari berbagai pihak, termasuk kunjungan Komisi X DPR RI, untuk memastikan materi ajar sesuai dengan tingkat perkembangan usia anak.

Selain itu, pemerintah mendorong sekolah swasta untuk terus berkembang secara mandiri dan berkolaborasi dalam penerapan sistem belajar yang efektif.

"Pendidikan adalah investasi masa depan. Kita ingin anak-anak Karimun tidak hanya memiliki skill yang mumpuni, terutama lulusan SMK yang akan diserap lapangan kerja, tetapi juga memiliki karakter religius yang kuat," kata Iskandarsyah. (TribunBatam.id/Fairozzamani

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved