Senyum Buruh di Karimun saat Kapal 1.000 GT Sandar di Pelabuhan Taman Bunga
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Taman Bunga, Kabupaten Karimun, kembali beraktivitas setelah bertahun tidak ada kapal 1.000 GT bersandar
Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Taman Bunga, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali beraktivitas setelah kapal berbobot 1.000 GT kembali diizinkan bersandar di dermaga tersebut.
Kebijakan pelonggaran sandar kapal yang diperjuangkan Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, disebut menjadi angin segar bagi para pekerja pelabuhan yang selama ini kehilangan penghasilan.
Dalam hal ini Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Parni, mengatakan para buruh sempat mengalami masa sulit sejak kapal besar tidak lagi diperbolehkan bersandar di Pelabuhan Taman Bunga pada 2022 silam.
“Sudah tiga tahun belakangan ini rasanya berat sekali. Kadang dalam satu bulan cuma ada satu atau dua kapal yang sandar. Padahal kalau kapal besar datang, kami bisa bekerja sampai enam hari,” ujar Parni.
Berdasarkan informasi yang diterima ada sekitar 76 buruh bongkar muat dan 35 truk yang mencari nafkah dari pelabuhan tersebut.
Parni berharap kebijakan tersebut dapat terus dipertahankan hingga pembangunan dermaga baru di Pelabuhan Parit Rampak selesai dilakukan.
“Kami doakan pelabuhan bongkar muat di Parit Rampak cepat selesai. Tapi sambil menunggu, izinkan kami mencari nafkah di tempat kami bekerja yang sudah bertahun tahun,” katanya.
Sementara itu Ketua Armada Truk Koperasi Petak Jaya Sejahtera, Zainal Abidin mengatakan para pekerja sempat mengalami putus asa akibat minimnya aktivitas bongkar muat selama beberapa tahun terakhir.
“Kami sempat benar-benar menganggur. Tak ada pemasukan, tapi kebutuhan rumah tangga tetap ada. Begitu dengar ada kebijakan kelonggaran, rasanya lega sekali,” ujar Zainal.
Zainal juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Karimun serta anggota dewan Suyadi yang telah memperjuangkan nasib para buruh.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Bupati dan Pak Dewan Suyadi yang sudah memperjuangkan kami sehingga kami bisa tetap mencari rezeki,” ucapnya.
Para buruh berharap kapal MV Intan 31 tetap diperbolehkan bersandar di Pelabuhan Taman Bunga agar roda ekonomi masyarakat sekitar tetap berjalan.
“Yang penting kapal tetap sandar di sini, kami siap bekerja sekuat tenaga. Asal ada kerjaan, karena dari sini kami bisa makan dan sekolahkan anak,” kata Zainal.
Kini, aktivitas yang kembali hidup di Pelabuhan Taman Bunga menjadi harapan baru bagi para pekerja yang selama ini bergantung pada sektor bongkar muat di kawasan tersebut. (TribunBatam.id/Fairoz Zamani)
| Krisis Air Bersih di Pulau Nopong Lingga, Warga Rela Susuri Laut Demi Setetes Air |
|
|---|
| Potret Baloi View Apatel Batam Usai Penggerebekan WNA, Segel dan Gembok Sudah Tak Terlihat |
|
|---|
| Banyak Anak Tak Sekolah di Kolong Karimun, Pemkab Siapkan Pembenahan Menyeluruh |
|
|---|
| Ruko di Taman Niaga Batam Jadi Markas Judol Internasional, Warga Kira Tak Ada Penghuni |
|
|---|
| Tersangka Pembunuhan Istri di Lingga Jadi Pusat Perhatian, Jaka Tertunduk saat Tiba di Pelabuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Aktivitas-dipelabuhan-Bongkar-muat-kembali-aktif.jpg)