Jumat, 15 Mei 2026

NELAYAN HILANG DI KARIMUN

Kronologi Nelayan Karimun 4 Hari Terombang Ambing Hingga Malaysia, Iskandi Terpaksa Minum Air Laut

TribunBatam.id ungkap kronologi Tengku Iskandi (35), nelayan Karimun empat hari terombang-ambing di laut hingga perairan Malaysia.

Tayang:
Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
NELAYAN KARIMUN HILANG SAAT MELAUT - Tengku Iskandi (35), nelayan asal Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit. Ia empat hari terombang-ambing di laut hingga perairan Malaysia. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Tengku Iskandi, nelayan asal Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih mengingat dengan jelas bagaimana ia bertahan hidup 4 hari di tengah laut hingga perairan perairan Batu Pahat, Johor, Malaysia.

Pria 35 tahun yang sudah melaut sejak SMP itu tak sendirian. 

Terdapat Haidir, awak kapal lainnya yang terbawa arus hingga perairan Malaysia, karena kapal yang mereka gunakan melaut mengalami rusak mesin.

Kepada TribunBatam.id, Iskandi yang lebih kurang 20 tahun melaut ini mengaku baru pertama kali mengalami hal itu.

Semua nampak normal saja ketika ia berangkat melaut menjaring ikan pada Kamis (7/5/2026) sekira pukul 17.00 WIB.

Sampai mereka tiba di tempat biasa mereka menjaring ikan sekira pukul 11.00 WIB.

Tengku Iskandi mulai curiga dengan kondisi mesin yang membutuhkan waktu lama untuk hidup.

"Hanya 15 menit kemudian mati lagi. Terus kami coba hidupkan, coba perbaiki mesin tapi tak bisa juga. Lalu kami putuskan untuk turunkan jangkar, tapi jangkar kami tak sampai dasar pula. Sampai akhirnya kami hanyut," ceritanya saat ditemui di kediamannya, Rabu (13/5/2025).

Situasi makin pelik karena diantara mereka tidak membawa ponsel. 

Apalagi kondisi angin kencang dan hujan deras sempat mereka alami di perairan yang banyak dilintasi kapal tanker itu.

Sebisa mungkin mereka berusaha meminta pertolongan jika melihat ada kapal yang melintas.

Sementara perbekalan yang mereka bawa, hanya cukup untuk mereka melaut hari ini saja.

"Kami berlabuh tu pagi, kami lihat air sudah tinggal sedikit, cuma bisa sekali masak nasi aja. Sesudah itu sudah tidak ada air lagi. Kami sudah mencoba melambai, meminta tolong ke orang, tapi tak ada juga yang membantu saat itu," ungkapnya.

Waktu terus bergulir hingga memasuki hari keempat. Mereka sama sekali tak memiliki makan dan minum.

Upaya untuk meminta tolong terus mereka lakukan, meski hasilnya masih nihil.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved