Kamis, 21 Mei 2026

NELAYAN HILANG DI KARIMUN

Nelayan Karimun 4 Hari Terombang-Ambing Hingga Malaysia, Iskandi Berjuang Antara Hidup dan Mati

Seorang nelayan Karimun, Tengku Iswandi menceritakan pengalaman dia antara hidup dan mati empat hari terombang-ambing hingga perairan Malaysia.

Tayang:

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Tengku Iskandi, nelayan asal Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sempat di persimpangan antara hidup dan mati, setelah empat hari terombang-ambing hingga perairan Batu Pahat, Johor, Malaysia.

Kepada wartawan TribunBatam.id di Karimun, Fairoz Zamani, pria 35 tahun itu mengaku baru pertama kali mengalami hal ini setelah melaut sejak SMP.

Saat kejadian Tengku Iskandi tak sendirian.

Ada Haidir, nelayan Karimun lainnya dalam kapal yang ketika itu mengalami rusak mesin.

Semua berawal ketika mereka berangkat melaut pada Kamis (7/5/2026) sekira pukul 17.00 WIB.

Dari Kabupaten Karimun, semua tampak normal-normal saja. 

Sampai mereka tiba di lokasi tempat biasa memancing sekira pukul 23.00 WIB.

Saat di lokasi ini, Iskandi mulai curiga dengan kondisi mesin kapal.

Sebab mesin kapal butuh waktu cukup lama untuk hidup.

"Hanya 15 menit kemudian mati lagi. Kami putuskan untuk turunkan jangkar, tapi jangkar kami tak sampai dasar pula. Sampai akhirnya kami hanyut," ceritanya saat ditemui di kediamannya, Rabu (13/5/2025).

Situasi makin pelik karena diantara mereka tidak membawa ponsel. 

Apalagi kondisi angin kencang dan hujan deras sempat mereka alami di perairan yang banyak dilintasi kapal tanker itu.

Sebisa mungkin mereka berusaha meminta pertolongan jika melihat ada kapal yang melintas.

Sementara perbekalan yang mereka bawa, hanya cukup untuk mereka melaut hari ini saja.

Pikirannya makin kalut setelah melihat stok air bersih yang kian menipis.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved